Jan 25, 2012

Surat #9: Selamat tanggal 26

Heii kamu pria yang nongol di hidupku sejak beberapa tahun lalu.

Sejujurnya memoriku tentang pertemuan kita adalah waktu latihan untuk PMK, aku masi ingat matamu yang benci sama aku.

Aku masi ingat kok dengan kata-kataku itu, bahkan sampai sekarang kau ngak suka dengan kata-kataku itu kan? Ya begitu lah aku, orang yang akan mengeluarkan apa pun isi hatiku, tanpa peduli ada yang terluka, selama  yang aku katakan adalah kenyataan. 

Sejak saat itu, aku jarang bertemu kamu, paling cuma pas PMK doang, lalu apa ya yang membuat pertemuan kita semakin sering? 

emm.. apa acara doa malam kita? Tapi sepertinya bukan, atau apa ya?? Aku lupa. Yang aku ingat tanggal 26 bulan itu di tahun itu kita dah jadian. Dengan semua kondisinya dengan semua kenyataan pahit di belakang itu, kita sah menyandang gelar pacaran.

Setiap tanggal 26, kita saling mengucapkan selamat dan berdoa untuk hubungan ini, dan sekarang tanggal 26 sayang.. Selamat untuk mu dan untuk ku untuk banyaknya bulan yang telah kita lewati.

Bulan demi bulan yang berganti jadi tahun, setiap harinya mengubah kita menjadi sesuatu yang ntah itu ke arah yang baik atau yang buruk, karena kita tidak bisa menjadi juri atas kehidupan kita kan??

Mungkin kamu benar, hubungan ini mungkin akan sampai ke titik jenuhnya, dan terkadang aku merasakan hal itu. Tidak sms dengan mu seharian sudah bukan masalah besar lagi. Tidak bertemu denganmu selama sebulan lebih, juga tidak bisa disamakan dengan rindu-rindu awal hubungan kita.

Rasanya seperti sama saja, apa karena kepercayaan ini, percaya bahwa di sana pun kamu tetap akan selalu mengingat aku, percaya bahwa di sana kamu setia untuk aku?

Sayang di tanggal 26 Januari 2012 ini, aku mau kamu tahu, aku hanya merasa lengkap setiap kali aku ingat bahwa kamu sayang sama aku, bahwa kamu akan selalu ada untuk mendengar semua keluhanku, menjadi tempat bersandar setiap kali aku menangis, menjadi orang yang selalu mengerti dengan semua kemarahan dan kekesalanku.

Kau adalah orang yang bisa mengumah marahku menjadi tawa,
mengubah rasa benci jadi lelucon,
mengubah rasa takutku menjadi rasa aman.

Sayang, jangan jadikan aku orang yang ngak punya arti di hidupmu, karena seberarti itu kamu buat aku dan aku juga ingin punya arti yang sama untukmu.

Sayang, selamat tanggal ayank..


With love,

Yuliana Permata Sari


No comments:

Post a Comment