Jan 24, 2012

Surat #8: Pria di Imlek 2002, I miss you..

Sudah sembilan kali imlek yang aku lewati sambil terus mengingat imlek 2002. Setiap imlek pasti kenangan itu akan terus mengetuk kepalaku dan membuat aku tersenyum tersipu-sipu. Kenangan yang selamanya akan jadi kenangan, karena tahun itu tidak akan pernah kembali bukan.

Imlek yang membuatku jatuh cinta, jatuh cinta pada sosok yang tingginya kira-kira 180 cm itu, pria yang watu itu sangat kurus. Pria yang hanya dengan menatapku saja bisa buat aku meleleh. Aku masih SMP saat itu, saat aku masih menyukai si pria bermata lentik itu. 

Pria tinggi ini tiba-tiba datang menyusup ke cela hatiku, menggantikan senyum manis dengan tatapan hangat dari dia. Pria yang ibunya sangat aku sayang ini, memberikan arti baru dalam hari-hariku.


Imlek 2002, aku jatuh hati pada pria SMA yang sekolahnya cukup jauh dari sekolahku, namun saat itu dia sudah punya pacar. Namun kehadiran meberikan semangat baru, setiap kali aku mendengar mamaku bercerita tentang keluarganya. Bahkan sampai saat ini aku akan bersemangat mendengar cerita tentang dia.

Sepuluh tahun sudah berlalu, namun jika aku mengingat empat tahun lalu aku masih berharap akan dia. Akan pria yang mungkin tidak pernah mengingat aku. Dia tahu namaku, itu pasti, karna waktu kami bertemu setelah gelar S.Ked di peroleh dia masih ingat aku. 

Kamu pria yang ngak bakalan pernah ngebaca surat ini, aku mau kamu tahu, kamu memberikan kenangan imlek yang tak akan pernah aku lupakan. Membuat liburan yang biasa itu terasa luar biasa.

Walaupun liburan kita hanya seputar Tarutung, berenang di air soda, makan malam bareng, belanja bareng, tapi tentunya semua itu kita lakukan bukan cuma berdua, tapi berenam, bersama kedua orang tua kita :)

Hei dokter gendut, kini kau semakin gendut sejak 2002 yang lalu, tapi itu tidak membuatku berhenti kagum padamu. Bagaimana kabar mu sekarang, kenapa Facebookmu tidak aktif lagi? Apa karena kejadian itu? Kehilangan ayahmu yang meninggal di penjara dan kau harus terlibat kasus karena di tuduh untuk bertanggung wajab pada seorang gadis?

Ahh aku shock dengar kisahmu yang sekarang, setelah ayahmu pergi tentu kau yang jadi tulang punggung keluarga kan? Padahal adik angkatmu masih kecil, lalu pacar mu itu aku kira dia perempuan yang baik. Namun ternyata kau harus menderita karena dia. Yang sabar ya.. kau pasti akan semakin kuat dengan semua itu. Tapi satu yang aku minta tetaplah pada jalan yang benar dan ikuti kata hatimu.

Aku berharap kau akan segera bertemu dengan dia yang akan mencintaimu tulus dan apa adanya.

Imlek 2002 aku merindukanmu juga pria itu.. :)



With love,

@yuuCaaaa



No comments:

Post a Comment