Jan 17, 2012

Surat #3: Surat untuk pria bermata lentik

Hai pria bermata lentik..

Bagaimana kabarmu di kota kelahiranku?
Pacarmu cantik ya, kuliahnya di luar negri bukan?
Kalian cocok kok..



Kau tau aku selalu suka melihat matamu, indah..
Keindahan yang membuat aku selalu semangat untuk datang ke sekolah.
Aku rasa sahabatku yang di Jogja itu tahu betapa semangatnya hari-hariku di sekolah dulu.

Mencontek bersama, ngerjai pr dan lain hal lain.
Kau pria yang berdarah Belanda, aku rasa kau lebih banyak menyerap gen ayah mu daripada gen ibu mu yang orang batak itu.
Kau dengan kulit yang berwarna putih,aku tidak tahu sekarang tinggimu berapa. Tapi terakhir yang aku ingat, tinggi kita tidak beda jauh. Mungkin itu kamu warisi dari ibu mu ya?

Adikmu yang paling kecil, aku sayang sama dia.
Dia cantik bahkan sangat cantik menurutku, mata kalian sama indahnya.
Adikmu itu sangat lincah orangnya.

O ya di tempat aku bekerja dulu aku ketemu sama developer yang wajahnya mirip denganmu, tapi sayangnya mata tidak seindah matamu. Aku masih ingat sama mata indah itu, apalagi bila rasa ingin tahumu sedang muncul, mata itu seakan ingin ikut keluar.

Senyummu.. ahh.. ntah lah dari semua pria yang pernah aku temui aku rasa kau pemegang senyum termanis itu. Kau adalah kenangan masa kanak-kanakku yang terindah. Aku akui itu, aku beruntung telah bertemu denganmu, mengenalmu dan menghabiskan waktu yang cukup lama dengan mu.

Kabarnya kau kini mengambil jurusan hukum ya?
Semoga kau jadi penegak hukum yang baik bagi nengri ini.
Tuhan memberkatimu selalu ya mata lentik..

Regards,

@yuuCaaaa

No comments:

Post a Comment