Feb 5, 2017

Dear single lady

Dear wanita sigle,
Kamu adalah wanita yang punya banyak kesempatan, waktu, dan kebebasan untuk dirimu sendiri.
Kamu tidak perlu meminta persetujuan siapapun untuk melangkah kemanapun.
Kamu tidak perlu memikirkan masa depan siapapun dikala kamu mempersiapkan masa depanmu.
Kamu bebas bergaya dan berdandan untuk dirimu sendiri.
Kamu tidak perlu berlelah-lelah dengan semua pekerjaan rumah tangga, karena kamu bebas.
Kamu bebas mau makan apa hari ini, atau bahkan memutuskan untuk tidak makan.
Kamu bebas berlama-lama melakukan hal yang kamu sukai, tanpa khawatir ada seseorang yang sedang menunggumu dirumah.

Hei, wanita single!
Mimpi apa yang belum kamu selesaikan?
Pengalaman apa lagi yang masih kamu ingin lakukan?
Jangan menyibukkan dirimu untuk menarik perhatian lawan jenismu.
Tenang aja, pria baik itu tidak akan tertipu dengan penampilan. Mereka akan mengujimu, wanita seperti apa kamu.

Dear jiwa yang sedang menanti pangeran berkuda putih.
Dia tidak akan pernah tiba-tiba mengetuk pintu rumahmu dan mengajakmu menikah.
Dia akan menawarkan pertemanan, mengenalkan keluarganya, dunianya padamu.
Tapi ingat, jangan berharap terlalu tinggi...
Jangan percaya mulut lelaki, karna dalam diri mereka ada instinct​  dasar pria yang gampang tergoda atau hanya memanfaatkanmu.
Tetap anggap dia temanmu, sampai keluarganya datang meminangmu.
Ini aku mengatakan untuk menghindarimu dari perasaan terluka.
Namun, bila kamu sudah mencinta atau ingin mencinta dan dicintai sebelum menikah. Go a Head.
Be ready, cinta itu punya 2 mata pisau. Bersyukur buat rasa cinta itu karna jatuh cinta tidak datang pada semua orang. Tapi jangan kecewa terlalu lama karena rasa cinta itu.

Hei, wanita single...
Ingatlah untuk terus bersyukur dan berdoa.
Tuhan sedang mengerjakan sesuatu untukmu.
Tuhan sedang mempersiapkanmu.

Di hari pernikahanku, seorang wanita mengatakan.
Istri itu adalah penolong suami. Istri harus lebih kuat dari suami, tapi yang menjari kepala keluarga harus tetap suami.

Suami itu tidak seperti suami-suami di dalam novel, drama, atau dalam mimpimu. Suami tetaplah manusia yang punya kelemahan.
Jadi, bersiaplah....
Entah itu hidup sebagai wanita menikah atau wanita single, kita pertama-tama adalah pengantin wanita Tuhan.

Cheers,
Yuyu

Jan 27, 2017

Gelas Setengah Penuh


After working at one of the biggest bank at Indonesia, I realise one thing.... The more big a bank, then there are a lot of great people work there.
A good company not come only from a good owner, an excellent employee, or a good machine!
It's all about collaboration.

Saya sering merasa pekerjaan yang saya lakukan ini sepertinya tidak menghasilkan banyak manfaat, bahkan saya sering mendapatkan keluhan dari nasabah karena ini dan itu. Tapi bila saya renungkan kembali, itu adalah bagian dari pekerjaan ini..

Terkadang saya suka iri dengan tim sebelah saya, pekerjaan mereka terlihat sanga keren dan hasilnya sangat bisa membantu nasabah. Seperti apa yang dijelaskan oleh salah satu rekan kerja saya. Hari ini dia menjelaskan tentang pabrik yang sedang dibangun oleh dia dan timnya. Dia menampilkan video dan gambar tentang kecanggihan tempat itu. Bagaimana robot tangan-tangan itu bekerja untuk mengelompokan uang-uang, bagaimana uang-uang itu akan disusun sesuai rak dab kelompok masing-masing.

"WOW CANGGIH!"
Itulah reaksiku... How clever! Betapa banyaknya penghematan yang mungkin terjadi, bahkan bisa menjadi sumber pemasukan dan bahkan bisa menjadi anak perusahaan baru.

Sementara aku? Ahh semua orang yang kenal dengan aplikasi yang aku pegang, pasti akan mengeluh... Banyak masalah, nasabah gak mau pake lagi, bla.. Bla.. Blaaa

Why oh why...??
Ingin mengeluh, tapi apa ada gunanya? Hanya menambah beban pikiran.
Beberapa bulan sejak aku masuk ke perusahaan ini, aku dilanda stress berat, gak ada teman dekat, bahkan bisa dibilang aku menjadi publik enemi. Tanpa tahu apa salahku, semua orang menghindariku.

Well, lama lama aku tahu alasannya, tapi aku jugs tidak tahu cara memperbaikinya. Puji Tuhan, aku tertolong setelah berganti tim, berganti atasan, dan job desku berkurang.
Sempat juga aku memasuki masa-masa krisis kepercayaan dengan vendor karena saat itu aku "MELIHAT GELAS SETENGAH ISI". Pada masa ini, hidupku tidak tenang, banyak marah-marah dan gampang stress.

Akupun mulai belajar " MELIHAT GELAS ITU SETENGAH PENUH". Well itu gak bikin pekerjaanku less stress or jobless, tapi setidaknya itu bikin aku lebih tenang dan mengajarkanku bersyukur.

Team work yang baik adalah yang saling mendukung, kami sedang ada di dalam roda yang berputar kedepan. Sayang aja bila ada anggota tim yang melihat tim mereka setengah kosong. Bisa jadi roda itu tidak akan bergerak karena tiap anggota bergerak ke arah berlawanan.

Ahhh... Hari ini aku hanya ingin bercerita...
Tentang aku yang semakin bersyukur dan menikmati pekerjaanku. Pekerjaan ini tidak mungkin semakin mudah, tapi aku bisa melihat masih banyak tantangan yang menantiku.

Ohh dear God, bless me, my team, my job, my company.

Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun  ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau , dan engkau tidak kekurangan apapun. (Ulangan 2:7)

Dec 5, 2016

Huruf terakhir dalam abjad!

Hari ini aku lagi iseng cek notes di HP ku, eh nemu catatan tolol ini. Jaman2 galau ama cowok (yang sekarang jadi suami) 

Mar 28, 2016

Dear Future!


Dear Future....
Aku tau kalian pasti akan menyambungkan kalimat tersebut dengan husband/wife...
Well wife/husband they are our future right?

I have a little story, why little?
Because so much beautiful story out there, maybe you can cry or laugh until you dry your tears.

Tapi aku sejenak ingin mengajak kita untuk diam sejenak dan hening..
Buat kamu yang saat ini sedang membayangkan dan mengira-ngira siapakah masa depan kamu.
Juga buat kamu yang sedang melihat-lihat paket foto prewedding, design cincin pernikahan, jas pernikahan, gaun, sepatu, or maybe a short honeymoon.

Jan 16, 2016

[Cerpen] Bukan Mr. Strangger


Kindness is like coffee. It awakens your spirit and improves your day.

"Caramel Macchiato hangat satu ya..."

Sambil menunggu antrian pesanan yang panjang, aku menyebarkan pandanganku mencari bangku kosong untukku. Semua bangku di toko kopi terkenal ini hampir penuh, ada beberapa yang kosong tapi aku tidak yakin apakah aku bisa mendapatkannya atau tidak. Baru saja ada beberapa kumpulan remaja yang melewatiku dan menyebar mencari tempat duduk, di depanku juga ada tiga orang yang sepertinya senasib denganku. Sendirian dan sedang menunnggu hujan reda.

Aku melihat jam tanganku, sudah jam sepuluh malam dan diluar sana hujan masih deras. Antrian taxi sudah aku pastikan sangat panjang, daripada aku menunggu sambil berdiri lebih baik aku minum segelas kopi untuk meredakan kekesalan hari ini. Bagaimana tidak kesal coba? Jam tujuh malam aku sudah bersiap untuk pulang, komputer sudah aku matikan dan tas kerja sudah aku gantungkan dibahuku ketika bos muncul dan...

"Lita, tolong laporan yang untuk senin diselesaikan hari ini, kirimkan ke saya kalau sudah selesai!" Bayangkan saja, sekarang hari Jumat dan pekerjaan untuk minggu depan harus diselesaikan hari ini? Mana laporan itu sama sekali belum aku sentuh! 

Aku mematikan kembali komputerku di jam setengah sepuluh malam. Aku meninggalkan bosku yang masih sibuk dengan semua email-email ataupun pekerjaannya yang lain. Itulah nasib orang yang bergaji besar, tanggung jawab juga makin banyak.

Jam sepuluh malam dan di sinilah aku berakhir, mengantri di kedai kopi terkenal. Di luar sedang hujan deras, dan antrian taxi juga sangat panjang. Daripada menunggu sambil kedinginan lebih baik menunggu ebrsama kopi kopi hangat. Lagian, besok tidak ada janji yang akan dikejar, hanya ada kasur dan yang akan menemahi hari Sabtu malasku.

"Kak Lalita, Caramel Macchiato." Aku mengambil minumanku dan melangkah lebih cepat ke kursi itu. Satu kursi kosong yang ada di depan jendela besar dengan meja panjang yang sudah hampir penuh dengan individu yang sedang menanti. Menanti redanya hujan, ataupun menikmati bahagia bersama aroma kopi. Untungnya aku lebih cepat dari wanita di depanku tadi, sehingga aku sekarang bisa melihat jendela yang dibasahi tetesan hujan dan juga lampu-lampu kemacetan Jakarta. 

Aku menggenggam minumanku dan membiarkan hangatnya mengalir dari telapak tanganku hingga ke dalam hatiku. Setidaknya hangat itu dapat menukar rasa kesal dihatiku. Aku menikmati wangi kopi dan manisnya caramel, aku memejamkan mataku agar kenikmatan itu dapat mengalir jantungku, kepalaku, dan seluruh sel-sel ditubuhku.

Di luar masih hujan deras dengan kemacetan Jakarta yang gak ada ampunnya. Aku melirik jam lagi, baru sepuluh menit aku menunggu tapi rasanya seperti sudah dua jam. Aku membuka ponselku dan membuka social mediaku satu-persatu. Di path pada ramai posting mie rebus yang terlihat lezat, di facebook penuh dengan sharing tentang agama dan politik, instagram penuh dengan postingan orang jualan. Bosan!

Aku kembali minum kopiku yang sudah hampir dingin dan isinya tinggal setengah tapi hujan masih terlihat deras. Aku menopang daguku dengan tangan kanan sambil bersenandung mengikuti lagu yang sedang diputar di kedai kopi ini. 

"Permisi, saya boleh duduk di sini, ya... " Seorang pria membawa kursi dari meja lain dan memaksakan dirinya duduk di antara aku dan pria lain yang tadi di sampingku. Jelas saja aku langsung mengerutkan keningku. Jelas-jelas tempat aku duduk sudah terlalu sempit untuk ditambah dengan satu orang asing lagi, tapi dia tetap saja kekeuh untuk duduk di situ.