Feb 28, 2018

Read Easily Anytime and Anywhere




Hai guys, thanks for reading my blog.

Kali ini aku mau share kegiatan membacaku yang lagi rajin-rajinnya. Secara aku kan orang yang banyak waktu habis di jalanan, dan lama-lama nonton drakor juga bikin bosen. Akhirya aku memilih ke hobby aku yang lama. MEMBACA!

Aku bukan tipe orang yang suka membaca novel khususnya yang romance, sebenarnya di rumah juga masih banyak buku-buku yang belum aku baca. Sayangnya untuk bawa-bawa buku kemana-mana rasanya agak merepotkan dan kadang kalo di bus malam-malam kadang ga bisa baca. 

Nah, karena alasan berat dan pencahayaan yang gelap, akupun memutuskan untuk mulai baca e-book. Dulu banget sih aku suka cari pdfnya lalu baca dari HP. Tapi kan sebenarnya pdf-pdf yang tersebar di google itu adalah salah bentuk dari ilegalitas! #muahahahhaha #maaf

Well, sebenarnya kalau baca pdf gitu hanya dengan pdf reader agak bikin repot kalau mau kasi tanda halaman terakhir yang kita baca. Nah, sampai suatu hari temen aku bisikin, di apliaksi xxx bisa baca novel loh... Baru dehh, aku explore dan nemu beberapa aplikasi lain... 

Aku akan coba ceritain beberapa aplikasi yang sering banget aku pake.

Feb 21, 2018

DIY Creating Your Own Logo

Hai All,

Postingan kali ini aku sengaja bikin untuk notes buat diri sendiri, takutnya nanti lupa dan ga bisa edit-edit lagi logo yang udah aku buat.

Oya, udah lama aku pengen banget punya usaha khusus pakaian anak-anak. Banyak ide-ide yang ingin aku lakukan, tapi untuk saat ini karena ini masih sangat baru, saya mencoba pelan-pelan dulu. 

Dulu itu aku sempat bikin fan page dengan nama Shirts Kingdom, tapi lama-lama aku kurang suka dengan namanya. Akhirnya aku putuskan untuk menggantinya. Instagram accountnya sudah aku ganti jadi @lucky.kidswear.

Memutuskan nama Lucky juga cukup panjang, sempat mau kasi nama Jepang dan diskusi ama suami untuk menanyakan nama yang cocok. Tapi dari beberapa nama yang dikasi rasanya kurang klik dengan saya. Jadilah saya memilih Lucky rasanya nama ini cocok dan ga susah di inget :D

Lalu kemarin coba-coba bikin logo nya. Aku sih orangnya ga mau ribet, jadi aku pake Picmonkey karena ga mesti instal-instal dan variasi icon dan font nya lucu-lucu. Aku pilih icon baju bayi yang aku edit trus aku kasi nama Lucky Kids Wear. Setelah dilihat-liat selama beberapa hari, aku memutuskan untuk menggantinya lagi!

Aku coba searching-searching di Etsy, dan nemu ide-ide baru untuk aku pakai. Bermodalkan Etsy, Picmonkey, dan Snagit (aplikasi wajib yang selalu ada di PC kantor) aku pun bergulat beberapa menit dan tadaaaa....
My new logo

Feb 11, 2018

Bukan Mr. Stranger [2]

 

"Jadi kenapa kau mengajakku ke cafe ini, sementara kita bekerja di mall dengan banyak tempat ngopi?"

"Aku rasa sudah cukup jelas, Pak. Aku tidak ingin ada yang melihat kita berdua sedang bersama. I just... " Aku mengangkat kedua tanganku pertanda menyerah karena aku benar-benar tidak ingin ada yang tahu bahwa aku pernah menggoda bosku. Damn! Menggoda? Arrghhh...

Jan 21, 2018

New Year, New Dreams!


Holla!
I think it's very late for new year posting, but it's better late that not posting anything.

Actually to be honest, I really-really happy to pass 2017 because for me that year a bit stressful.
Don't worry I will not gonna story tell you about that, I just want to finish 2017 with grateful for God grace.

So I wanna tell you about my dreams for 2018. My hope, my dreams, my resolution.

Dec 20, 2017

[Cerpen] Bukan Mr. Strangger


Kindness is like coffee. It awakens your spirit and improves your day.

"Caramel Macchiato hangat satu ya..."

Sambil menunggu antrian pesanan yang panjang, aku menyebarkan pandanganku mencari bangku kosong untukku. Semua bangku di toko kopi terkenal ini hampir penuh, ada beberapa yang kosong tapi aku tidak yakin apakah aku bisa mendapatkannya atau tidak. Baru saja ada beberapa kumpulan remaja yang melewatiku dan menyebar mencari tempat duduk, di depanku juga ada tiga orang yang sepertinya senasib denganku. Sendirian dan sedang menunnggu hujan reda.

Aku melihat jam tanganku, sudah jam sepuluh malam dan diluar sana hujan masih deras. Antrian taxi sudah aku pastikan sangat panjang, daripada aku menunggu sambil berdiri lebih baik aku minum segelas kopi untuk meredakan kekesalan hari ini. Bagaimana tidak kesal coba? Jam tujuh malam aku sudah bersiap untuk pulang, komputer sudah aku matikan dan tas kerja sudah aku gantungkan dibahuku ketika bos muncul dan...

"Lita, tolong laporan yang untuk senin diselesaikan hari ini, kirimkan ke saya kalau sudah selesai!" Bayangkan saja, sekarang hari Jumat dan pekerjaan untuk minggu depan harus diselesaikan hari ini? Mana laporan itu sama sekali belum aku sentuh! 

Aku mematikan kembali komputerku di jam setengah sepuluh malam. Aku meninggalkan bosku yang masih sibuk dengan semua email-email ataupun pekerjaannya yang lain. Itulah nasib orang yang bergaji besar, tanggung jawab juga makin banyak.

Jam sepuluh malam dan di sinilah aku berakhir, mengantri di kedai kopi terkenal. Di luar sedang hujan deras, dan antrian taxi juga sangat panjang. Daripada menunggu sambil kedinginan lebih baik menunggu ebrsama kopi kopi hangat. Lagian, besok tidak ada janji yang akan dikejar, hanya ada kasur dan yang akan menemahi hari Sabtu malasku.

"Kak Lalita, Caramel Macchiato." Aku mengambil minumanku dan melangkah lebih cepat ke kursi itu. Satu kursi kosong yang ada di depan jendela besar dengan meja panjang yang sudah hampir penuh dengan individu yang sedang menanti. Menanti redanya hujan, ataupun menikmati bahagia bersama aroma kopi. Untungnya aku lebih cepat dari wanita di depanku tadi, sehingga aku sekarang bisa melihat jendela yang dibasahi tetesan hujan dan juga lampu-lampu kemacetan Jakarta. 

Aku menggenggam minumanku dan membiarkan hangatnya mengalir dari telapak tanganku hingga ke dalam hatiku. Setidaknya hangat itu dapat menukar rasa kesal dihatiku. Aku menikmati wangi kopi dan manisnya macchiato, aku memejamkan mataku agar kenikmatan itu dapat mengalir jantungku, kepalaku, dan seluruh sel-sel ditubuhku.

Di luar masih hujan deras dengan kemacetan Jakarta yang gak ada ampunnya. Aku melirik jam lagi, baru sepuluh menit aku menunggu tapi rasanya seperti sudah dua jam. Aku membuka ponselku dan membuka social mediaku satu-persatu. Di path pada ramai posting mie rebus yang terlihat lezat, di facebook penuh dengan sharing tentang agama dan politik, instagram penuh dengan postingan orang jualan. Bosan!

Aku kembali minum kopiku yang sudah hampir dingin dan isinya tinggal setengah tapi hujan masih terlihat deras. Aku menopang daguku dengan tangan kanan sambil bersenandung mengikuti lagu yang sedang diputar di kedai kopi ini. 

"Permisi, saya boleh duduk di sini, ya... " Seorang pria membawa kursi dari meja lain dan memaksakan dirinya duduk di antara aku dan pria lain yang tadi di sampingku. Jelas saja aku langsung mengerutkan keningku. Jelas-jelas tempat aku duduk sudah terlalu sempit untuk ditambah dengan satu orang asing lagi, tapi dia tetap saja kekeuh untuk duduk di situ.