Dec 18, 2012

B for Burger and K for Komitmen


Buhahahahahaha!

Dunia ini emang lucu dan serba kebetulan teman!

Jadi di tengah kegalauan saya dan di tengah kesibukan saya menata hari kembali, seorang teman datang dan mengajak saya makan burger di BK.

Berhubung saya saat itu sedang kelaparan, saya mengamini permintaan beliau. Jadi dengan dandanan ala gipsi *sebodo teuing sama penilaian orang* saya datang dan memesan burger.

Dan dasarnya manusia yang suka bicara, teman saya ini mulai bercerita tentang keluahannya di pekerjaan. Tapi ternyata itu bukan hanya tentang pekerjaan saudara. Saya rasa sebagian besar dari kalian, terutama kalian yang seumuran saya, pasti merasakan masalah yang sama. Masalah CINTA!


Saya gak bilang masalah cinta yang spesifik, tapi saya hanya bilang masalah cinta. Mau cinta di tolak, kek. Baru putus, *nunjuk diri*, kek. Di gantung cowok, kek. Intinya masalah cinta dan untuk kami berdua lebih spesifiknya masalah Komitmen atau kasarnya masalah pernikahan.

Jelas aja ya bokk... Umur udah mau dua lima, cowok gak punya, jam biologis tetap berjalan. huuffffh.. *kemudian menunduk*

Dan seperti yang saya bilang, di dunia ini serba kebetulan. Kebetulan hari ini saya baru selesai membaca novel Why Men Marry Bitches, *resensinya nanti di blog sebelah* , saya jadi punya saran yang menarik buat teman saya ini. Saya menyarankannya untuk bertingkah seperti BITCH yang ada di buku ini.

Kebetulannya lagi, ternyata hubungan dia dan si cowok itu gak jauh beda dengan hubunganku terdahulu, jadi aku sedikit mengertilah. Jadi karena alasan ini adalah rana publik, walaupun saya yakin gak ada yg baca *semoga saja* saya gak bisa perjelas isi cerita kami, tapi saya akan sharing ide dan kesimpulang cerita di BK malam ini


Be a BITCH - babe in total control of her self!
Sebenarnya intinya adalah bagaimana kamu mengontrol emosi kamu. Mengingat wanita itu emosinya sering meledak-ledak kayak petasan, jadi kamu harus bisa kontrol rasa marah, cemburu, penasaran, dan keinginan kamu untuk segera dilamar.



Don't trust Men!
Walaupun dalam hubungan suatu kepercayaan sangat diperlukan, tapi jangan pernah percara 100% pada ucapan pria. Ingat, mereka itu adalah manusia dengan hati yang setengahnya isinya adalah otak! Berbeda dengan wanita yang setengah otaknya adalah hati.

Selama Janji Suci belum terucap, I am Free!
Terserah kalian mau bilang aku egois atau tidak punya bisa setia, tapi selama dia belum menunjukkan glagat mau ngajak kalian serius atau dia bilang mau nikahin kamu, tapi gak pernah kesampaian. Itu artinya kamu masih bebas buat cari someone yang gak OMDO. Ingat, guys, kamu berhak medapatkan yang lebih baik.

Lupakan: "Tapi aku kan sayangnya sama dia"
Basi! 
Saya tidak bilang kalian harus mengubur cinta kalian, tapi kembali ke point satu, tentang BITCH, kamu bisa melakukan beberapa hal yang bisa bikin dia meningkatkan status hubungan kalian.

Dan yang terakhir dan yang paling utama adalah kesadaran akan siapa yang empunya hidupmu!

Dear my self,
Jangan pernah nyerah dan jangan pernah berhenti berharap, apalagi berhenti berdoa.Percaya aja hari esok pasti lebih baik.Yang terpenting saat ini adalah kualitas hidupmu di mata Tuhan.Perbaikin dirimu.Kalau kamu mau dapat yang terbaik, kamu harus jadi yang terbaik pula!Itu baru namanya hidup.

Cheers,

@yuuCaaaa





Dec 9, 2012

Monday - The Buffet - Cewek dan ...?

Dari hp si bankir.. 

si kocik, ice cream, and me 
Akhirnya hutangku untuk mentraktir dua orang ini lunas. Utang traktiran ultag + wisudaan.. Hahaha..
Kami memang tergolong aneh, tepatnya aku sih. Sama-sama di Jakarta, tapi ketemunya pasti jarang, syukur-syukur sebulan sekali bisa ketemu. Tapi faktor kesibukan juga sih. Plus ditambah lokasi yang jauh dan macetnya Jakarta yang bikin malas.. >.<

Tapi ya sekalinya ketemu, semua unek-unek langsung tumpah ruah. Di alawai dengan kisahku, lalu si bankir, dan si kocik. Banyak hal yang aku tangkep hari ini, memang kalau udah ngobrol ama sahabat itu bisa bikin otak terbuka dan seperti dapet nafas baruu..

Inti dari pembicaraan kami, *sebenarnya mau cerita semua, tapi kan isi curhat kita terlalu pribadi*, wanita itu butuh dihargai dan dianggap yang nomor satu!

Jadi, kalau ada pria yang menduakan kalian, Jangan mau menerimanya kembali! Terlebih kalau dia sudah melakukannya lebih dari satu kali.

Kedua. Jangan mau menerima atau membalas sms/telepon dari pria yang telah memutuskanmu. 

Ketiga, kalau hubunganmu ditentang oleh keluarga. Percayalah, DOA masih BERKUASA. Buktinya nyatanya adalah salah satu senior aku, sekarang mereka sudah menikah. :)

Keempat, kalaupun sepertinya hubunganmu dan dia berjalan lancar dan adem ayem, BUKAN berarti dialah Mr. Right atau The Last Man in your life. Hari esok tidak ada yang tahu. Jadi, jangan mencintai 100%. Bukan berarti aku bilang kamu bisa mendua.. :-p

Ah, hal lainnya adalah.. jangan jadi wanita lemah! Kamu pantas untuk dihargai dan dicintai. Pria bukan cuma satu!!.

By the way, today was a great day. Thanks for you two, dear. 

Love,

@yuuCaaaa

Sep 10, 2012

Manado, I'm in Love

Sabtuku kemarin menyenangkan. Aku bahagia. Bahagia. Dan Bahagia. Rasanya melayang tapi tidak terbang, rasanya manis tapi tidak ada gula. Aku juga bingung mendefinisikan bahagia ini. Em.. aku umpamakan seperti dapat boneka teddy bear yang tingginya setengah badanku dan lebarnya dua kali tubuhku,  yang sudah kamu minta dari tiga tahun lalu.

Tapi kalau di pikir-pikir lagi, itu juga belum cukup menggambarkan kebahagiaanku. Intinya aku bahagia karena baru punya pacar baru. Hahahahaha.

Mau bilang aku norak? Silahkan...

Aku yakin begitu aku ganti status relationship di facebook, pasti bakalan jadi trending topik di twitter. Secara aku udah jomble sejak tiga tahun lalu dan yang paling parah adalah aku ditinggal nikah sama mantan aku. Parah.

Pagi ini aku disambut dengan bahagia lain. Melihat sosok pria yang belum mandi dan masih dengan mata setengah tertutup memang menghasilkan kebahagiaan tersendiri.

"Pagi sayang.." Raffael langsung menyapaku begitu aku membuka pintu apartementku. Wajahnya langsung mendekat ke wajahku yang langsung aku halangi dengan menutup mulutnya.

"Belom mandi, nggak boleh main sosor-sosor!" Aku menggoyangkan telunjukku di depan wajahnya. Wajah pria itu langsung berubah masam untuk sedetik kemudian senyum liciknya tersungging.

"Yang udah mandi, boleh kok sosor-sosor di sini." Dia menepuk-nepuk pipi sebelah kanannya. "Sekali aja, please.."

Aku tersenyum dan mendekatkan bibirku ke pipinya, tapi dengan secepat kilat Raffael memutar kepalanya dan bibirku kini mendarat tepat di atas bibirnya.

"Tetep maniskan, walau belum mandi?" Senyum Raffael ku balas dengan tawa manja. Aku bersyukur untuk pagi hari ini.

***

Sep 4, 2012

[Inspirasi] Mother Theresa

 


Bila kamu baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih.
Tapi Bagaimanapun juga, berbaik hatilah.

Bila kamu jujur dan terbuka, mungkin orang lain akan menipumu.
Tapi bagaimanapun juga, jujur dan terbukalah.

Bila kamu mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, bisa saja orang lain jadi iri.
Tapi bagaimanapun juga, berbahagialah...

 Bila kamu sukses, kamu akan mendapatkan beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati.
Tapi bagaimanapun juga, sukseslah!

Apa yang kamu bangun selama bertahun-tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam.
Tapi bagaimanapun juga, bangunlah.

 Kebaikan yang kamu lakukan sepanjang hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang lain.
Tapi bagaimanapun juga, berbuat baiklah.

Berikan yang terbaik dari dirimu!

Pada akhirnya kamu tahu bahwa ini adalah urusan antara kamu dan Tuhan-mu.

Ini bukan urusan antara kamu dan mereka.

 =======Bunda Theresa =======

(26 Agustus 1910 –  5 September 1997)

Jul 31, 2012

Conversation With My Twenty Four years old self




Me: Hello the old me..

24 : Hell..OO 23! Don't say I'm old, I'm just one years older than you now!

Me: Hahaha.. Easy girl.. ups.. We will meet soon, right?  


24 : If you say, eleven months and twelve days as soon, than you know what to do now right?

Me: No. I don't, man. I'm still on the crossroads or maybe, I'm stuck, dear. Actually that's why I call you.


24: What's up, dear?


Me: May I know, who am I on that age? My job? Where I work? Am I still an outsource? How about my parents?


24: ...


Me: Why you just keep silent?


24: ...


Me: Answer me! How about my relationship? Will I still with him? Am I still like this? Push him too much?


Me: How about our size? Still in this size or bigger? Please don't tell me it bigger. hahaha


24: ...


Me: How about my parents? Still I have them both? I think yes, they still strong. Strong enough to fighting, right?


24: ...


Me: You don't have any answer? Or I will be die before that age? 


24: Maybe..

Me: So you answer me from heaven or hell?

24: ...

Me: Answer me, stupid!

24: Yeah... you just called your self stupid. Yes you are stupid! How dare you ask me about your future? If I tell you that you will be place in the office where you love much now, what will you do?
You will stop, right? Stop do your best, for your self. If I told you,you still on the same size. I know you will never start your diet anymore! 
If I say, your boyfriend already with the other woman, you will break with him now, right? So you don't get hurt in your 24 years old?


Me: ...


24: Now you just keep silent, right? FYI, I will never exist if you don't try to make me exist! You must do something for your better 24, dear. It's not me who pray for you, your 25, 26,27, 28, 35, 45, 85, event your 100 pray for the opportunity to meet you in the healthy body and mind, happiness, and not only us. Your future husband - If your boyfriend don't want you as his wife- trust me, this man better than him. Your children,  your home, your grandchildren, your parents.


It's on your hand, it's your decision, wanna the better one? Do the best one. O ya, I hope you never forget HIM. I'll not tell you, how great is our God, you already know it and you already fell it. Still now, your talk with me. 






Jul 30, 2012

Hanya Mantan Bos! (3)

Jumat malam dan aku menutup hari ini dengan membalas BBM dari Rafe.

Rafe:
Besok aku jemput jam 6. BRD-nya jangan lupa!

Me:
Iya.

Sabtu Pagi.

Aku merasa kepalaku seperti mendengar bunyi drum. Dug.. dug.. dug.. Bahkan bunyi itu disertai dengan lagu Band Aid-nya Pixxie Lott. Dua menit kemudian lagu dan bunyi drum akhirnya berhenti, tanganku menarik selimut karna aku merasa udara pagi semakin dingin.

Aku masih belum sadarkan diri, tapi begitu aku mendengar bunyi alaram kebakaran dari luar apartemen aku langsung duduk tegak dan berlari. Aku bahkan tidak sempat mengecek ulang apakah aku berpakaian dengan benar, aku hanya meraih ponsel dan langsung berlari. Begitu aku membuka pintu, aku merasa wajahku menabrak tembok.

"Baru bangun kalau dengar alarm kebakaran, huh?"

Aku mengangkat kepalaku dan melihat makhluk terakhir yang tidak ingin kutemui pagi ini. Aku sempat nge-blank beberapa detik, sampai aku sadar kalau mata pria kasar itu dari tadi cuma ngeliat ke arah.. Sial.

Aku langsung berbalik dan berlari ke kamar. Biasanya aku selalu tidur dengan t-shirt dan celana pendek, hanya saja kemarin malam rasanya lebih gerah dari biasanya, aku sengaja tidur hanya dengan tank top dan celana tidur yang super pendek. Tank top itu kelonggaran karena sudah termakan waktu, tapi karena alasan kenyamanan aku masih sering memakainya. Bagian yang paling longgal adalah bagian depannya, aku yakin si 'galak' itu pasti sudah melihat sesuatu yang tidak semestinya dia lihat, apalagi tadi malam aku sengaja melepas bra. Double sial.

"Sekalian ganti pakaian training, kita mau olahraga." Raffael berteriak dari balik pintu kamarku, aku bisa mendengar nada bercanda di suara itu. Aku yakin dia pasti sangat bahagia karna sudah berhasil mengerjaiku. Brengsek.

Jul 23, 2012

Hanya Mantan Bos! (2)

Aku rasa ini sudah keseratus kalinya aku melirik jam tanganku atau jam yang ada di dinding ruang rapat ini. Jarum pendek sudah nyaris menyentuh angka empat dan jarum panjangnya ada di angka sepuluh. Aku yakin pria itu pasti sudah ada di ruangan lain bersama asistenku, semoga saja asistenku baik-baik saja. Aku sudah berjanji untuk meeting dengan Raffael jam tiga sore ini, tapi ternyata meeting ini berjalan lebih lama dari prediksiku. Info terbaru dari hasil BBM-an dengan asistenku itu, Raffael mulai mengeluarkan cakarnya. 

Aku tahu pasti sekarang pria itu sudah hampir mau meledak, pertama karena aku terlambat dan harus meminta asistenku untuk menggantikanku. Semoga saja anak buahku itu mau memaafkan tindakanku yang melemparnya ke kandang macan.
Bu, tamunya cakep.
 

Jul 21, 2012

Hanya Mantan Bos!

Here I am!
Berdiri di dalam lift yang menuju lantai lima, menuju neraka. Yup, begitulah dulu aku menyebut tempat ini. Dua tahun yang lalu aku bekerja di kantor konsultan IT yang ada di lantai lima gedung ini. Selama bekerja di kantor ini, aku selalu merasa tertekan. Beban pekerjaan di sini terlalu berat untukku yang baru saja memasuki dunia kerja pada saat itu.
Bayangkan saja jika saat kau harus tidur nyenyak, justru  tulisan  @Overridepublic class, return queryForObject, dan sejumlah query SQL-lah yang menghantui malammu. Apa menurut kalian kehidupan seperti itu sehat?
Jelas tidak, tapi jika perusahaan itu sudah memegang tanda tanganmu diatas materai dan dengan ijazahmu yang tersimpan rapi di rak penyimpanan mereka, mau tidak mau kamu harus menuruti isi surat perjanjian kerjamu bukan?
Ya setidaknya itulah yang aku lakukan selama satu tahun diperusahaan itu. Bekerja sebagai developer Java, mungkin kalian akan lebih mengenalku dengan sebutan programmer. Untuk tulisan Java, itu tidak salah ketik kok. Java itu salah satu bahasa pemrogramman dan salah satu yang paling sulit dibandingkan bahasa lain seperti .Net atau Visual Basic. Menurutku.
“Gia?”
“Pak Guruh, apa kabar pak?” Aku mengulurkan tanganku pada pria yang berusia awal lima puluh itu.
Aku sudah ada di salah satu gazebo di kantor ini. Kantor ini memiliki empat gazebo yang dimanfaatkan sebagai ruang meeting atau ruang menjamu tamu. Hampir semua atasan di kantor ini tidak memiliki ruangan pribadi, hal ini disengaja agar tidak tercipta gap antara atasan dan bawahan.
Aku selalu merasa nyaman dengan suasana desa yang ditonjolkan oleh interior kantor ini. Di sini tidak ada kubikel, yang ada hanya deretan komputer diatas meja tanpa kaki yang tertempel di dinding. Di tengah ruangan dibangun dinding pembatas sepinggang untuk memisahkan proyek A dengan proyek B. Deru komputer dan server berhasil mengalahakan bunyi air mancur yang ada di beberapa sudut ruangan.
Hanya orang-orang HRD lah menempati ruangan tertutup, karena mereka tidak memerlukan logika rumit untuk memilih pegawai yang berkualitas. Tidak seperti para developer yang harus memeras otak untuk menghasilkan aplikasi yang sesuai dengan kemauan user yang tidak pernah puas. Ya seperti aku dulu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Developer adalah masa laluku dan aku tidak pernah berkeinginan untuk kembali ke masa itu. Never.
“Sehat, Gi. Kamu sendiri? Saya dengar kamu kemarin kuliah di Singapore ya? Ngambil apa? Kerja di mana sekarang?” Pria itu menyambut uluran tangganku sambil terus bertanya.
“NTU, ngambil Information System, Pak.” Akupun  lalu menyebutkan nama bank tempat aku bekerja sekarang.
“Oh, jadi kamu yang akan jadi BA untuk project kerja sama ini?”
Ya, aku datang ke tempat kerjaku ini bukan untuk bernostalgia, tapi karena bank tempat aku kerja membutuhkan jasa konsultan IT ini.
“Begitulah, Pak. Oya, bagaimana kabar proyek kita kemarin, Pak?”
“Ah.. gara-gara kamu keluar, proyek itu jadi terbengkalai. Raffael aja sampai sakit karna mikirin kamu yang resign, jadi dia gak punya penyemangat lagi. Haha.”
“Ah, Bapak bisa aja. Pak Raffael kecapekan kali, Pak. Bukan karna saya lah, lagian masih banyak developer lain kemarin. Haha..”
Dasar atasan tukang gosip, seenaknya saja menyalahkanku atas kegagalan proyeknya. Lagian apa juga hubungannya Raffael denganku, jelas-jelas aku ini adalah bawahan yang paling dibencinya. Aku yakin sekali dia pasti sangat bahagia saat mengetahui rencana resign-ku, jadi dia tidak perlu menghadapi bawahan yang keras kepala sepertiku.
Sewaktu bekerja dulu, aku selalu menjadi bulan-bulanan Raffael. Dia selalu memarahiku karena perkerjaan yang kulakukan tidak pernah sesuai dengan keinginnanya.
“Tapi dengan tampilan ini lebih bagus, Pak.” Aku pernah berkeras dengan design halaman login web yang akan kami bangun.
“Apa kamu kira semua user itu pengguna facebook yang tahu bahwa tombol login itu ada di pojok kanan atas?”  
Pertengkaran ini masih level kecil, untuk level menengah biasanya kami meributkan masalah logika matematika yang digunakan untuk membangun aplikasi yang ditujukan untuk transaksi perbankkan. Level paling tinggi dan paling sering terjadi adalah keterlambatanku.
“Saya kan pulangnya jam sembilan malam, Pak. Wajar saja kalau saya masuk jam sebelas seperti sekarang, lagian saya juga akan pulang malam juga.”
“Saya bahkan pulang jam dua belas malam, Gianina. Dan pagi ini saya datang sebelum setengah sembilan, tidak terlambat semenitpun dari jam masuk kantor kita.”
“Kenapa hanya saya yang bapak tegur? Bagaimana dengan anggota tim yang lain?”
“Keterlambatan mereka masih bisa diterima, Gianina.” Saat itu aku hanya bisa mendengus kesal, untungnya dia menegurku di jam makan siang saat tidak ada orang di sekitar mejanya.
“Gianina?”
Pria itu memang selalu memanggil nama lengkapku, tidak seperti atasan yang lainnya yang memanggilku dengan Gia. Eh, sepertinya aku baru mendengar suara bariton pria itu, tapi sepertinya aku salah dengar.
“Raffael.” Aku mendengar mantan bosku itu menyebutkan nama pria itu dan mengikuti arah pandangnya.
Nafasku seketika itu juga terhenti, kini aku melihat pria setinggi 180 cm itu berdiri di dalam gazebo yang tingginya tidak jauh berbeda dengannya. Aku bisa melihat kepalanya yang nyaris menyentuh atap gazebo ini.
“Raffael, lihat kejutan apa yang kita dapat di sini?”
“Gianina tidak sedang melamar lagi di kantor ini kan, Pak?” Apa kupingku sedang bermasalah, sehingga aku seperti mendengar kemarahan di nada suara pria yang sekarang membiarkan 5 o'clock shadow-nya masih ada di jam kantor begini. Apa dia benar-benar tidak ingin melihatku dikantor ini lagi?
“Haha.. Itu memang harapan saya, Raf. Tapi sayangnya dia sudah memiliki pekerjaan yang lebih nyaman.”
Aku hanya tersenyum kearah Pak Guruh, sementara itu aku mendengar suara desahan lega dari Raffael. Aku memang benar, pria itu tidak pernah menyukai bekerja bersamaku, semoga saja proyek kali ini pria ini tidak akan ikut.
“Gia, untuk proyek kerjasama kali ini, saya menyerahkan semua tanggung jawab itu pada Raffael.” Pria yang mulai beruban itu lalu melirik kearah pria yang telah duduk di depanku. “Raffael, saya harap kamu bisa memperlakukan Gia lebih baik kali ini. Dia client kita.” Pak Guruh langsung keluar dari gazebo dan meninggalkan kami yang saling menatap.
Aku tidak tahu sudah berapa lama kami hanya saling pandang, tapi yang pasti saat OB mengantarkan minuman barulah kami mulai mencari-cari sesuatu dibalik berkas-berkas yang kami bawa.
“Berarti sekarang kamu sudah bukan programmer lagi?” Pria itu berdeham untuk membersihkan ternggorokannya.
“B-bukan, Pak.” Sial. Seharusnya aku tidak perlu segugup ini, dia nggak bakalan marah-marak ke aku lagi, sekarang ini aku client-nya. Dia bisa kehilangan kesempatan baik, kalau dia tidak memperlakukan aku dengan baik.
“Bagaimana kuliah kamu kemarin, cumlaude?” Pria itu sepertinya mulai bisa mengendalikan dirinya, dia menyandarkan punggungnya ke kursinya seperti seorang bos dan aku terlihat seperti seperti pelamar kerja.
“Sayangnya tidak, Pak.”
Aku hanya tersenyum simpul padanya, aku sedang tidak ingin membicarakan urusan pribadi dengan pria ini. Aku mulai mengajukan pertanyaan seputar proyek yang akan kami kerjakan. Walaupun sedikit kecewa karna harus bekerjasama dengan pria ini, tapi sejujurnya aku sedikit merindukan masa lalu kami. Sedikit rindu dengan rindu itu berbeda kan?
“Sejujurnya, saya belum paham sepenuhnya dengan proses bisnis perusahaan kamu, tapi saya sangat berharap kamu mau meluangkan waktu lebih untuk menjelaskan secara detail pada saya.”
“Baiklah saya akan mengirimkan detailnya ke email Anda, Pak.”
“Tidak.. tidak.. Saya sedikit kesulitan untuk memahami proses bisnis secara tulisan, saya lebih cepat mengerti bila dijelaskan secara lisan. Tapi penjelasan kamu tadi masih belum bisa membuat saya paham sepenuhnya. Oh ya, tolong jangan panggil saya Pak, Raffael saja. Toh, sekarang kamu bukan bawahan saya lagi kan?”
Aku hanya mengangguk, bukan karna setuju, hanya saja aku tidak berani terlalu lama melihat senyum di wajah pria itu. Raffael jarang sekali tersenyum padaku dulu, dia lebih sering marah bila berada diradius sedekat ini denganku. Padahal aku sering mencuri pandang saat pria itu tersenyum pada atasan kami atau rekan kerjanya yang lain. Pria ini memiliki senyuman yang bisa membuat banyak hati wanita meleleh. Dengan deretan giginya yang putih dan matanya yang semakin menyipit bila dia sedang tersenyum.
“Kalau begitu, apa kau punya waktu besok siang untuk menjelaskannya pada saya?”
“Em.. Besok saya ada meeting sampai jam dua belas, Pak.. Eh maksud saya Raffael.”
“Rafe saja, jika kamu tidak keberatan.”
“Ya, Rafe.” Rafe terdengar aneh tapi sekaligus lucu di telingaku. “Tapi sehabis makan siang saya harus kembali meeting.”
“Bagaimana kalau sewaktu makan siang? Kebetulan kantor kita tidak terlalu jauh, saya bisa menjemput kamu dan kita makan siang diluar, bagaimana?”
Aku punya firasat, pria ini sedang ingin mengajakku keluar untuk alasan pribadi bukan untuk urusan kantor. Dari pengalamanku bekerja dengannya, dia selalu bisa memahami proses bisnis secara tulisan, dia tidak pernah meminta client untuk mejelaskan ulang tentang proses bisnis.
“Em, tapi saya bisa meluangkan waktu sekitar jam tiga sore. Saya rasa lebih baik kita membicarakannya di ruangan saya ataupun di sini, bagaimana?” Aku bisa melihat raut kecewa diwajah Rafe dan itu mengejutkanku.
“Baiklah besok sore saya akan datang ke kantor kamu.”
Hari ini banyak kejutan yang aku terima dari pria kasar ini, termasuk paksaannya untuk mengantarku ke loby dan bukan hanya itu, dia bahkan membukakan pintu mobil untukku.
“Hati-hati bawa mobilnya, Pak.” Dia juga berani memerintah supirku seperti seorang suami. Suami. Ya Tuhan, tidak pernah terbayangkan aku akan memiliki suami seperti dia. Suami yang galak, yang akan mengomentari semua kesalahanmu, tidak pernah memujimu, dan yang selalu membuatmu kesal.
Tapi harus aku akui, hari ini dia tidak mengesalkan. Dia bertingkah cukup manis hari ini. Ah, Raffael, mantan bosku tersayang. Apa kau pernah tahu selama dua tahun di Singapore aku selalu merindukanmu?
Sial. Aku tidak boleh memikirkan pria kasar itu. Tidak, dia hanya mantan bosku. Hanya itu.


Jun 20, 2012

[FlashFiction] Genggam Tanganku


Aku masih ingat hari itu, hari kami dipertemukan. Aku dan Vika, kami tergabung dalam sebuah komunitas sosial yang tersebar di Indonesia. Suatu waktu, kira-kira tiga tahun yang lalu, komunitas kami mengadakan acara keakraban dengan mengundang seluruh anggotanya. Tapi sangat disayangkan jumlahnya tidak sebanyak yang diinginkan. Awalnya panitia mengharapkan setidaknya 100 orang yang ikut, tapi ternyata hanya ada 50 orang, termasuk panitia. Walapun begitu suasana akrab di acara itu tidak berkurang.

Acara diawali dengan acara saling kenal, masing-masing anggota berdiri dan memperkenalkan diri mereka. Saat itu aku terlambat, karna perut ini tidak bisa diajak bersahabat, akhirnya aku bergabung dengan rombongan setelah setengah dari anggota sudah memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan nama saya Adri Ignatius, usia tujuh belas.."

"Tujuh satu!" teman sebelahku berteriak dan diikuti riuh sorakan dari yang lainnya. Jelas saja, usiaku bukan tujuh belas ataupun tujuh saat itu, tapi dua puluh tiga. Setelah tawa reda aku pun melanjutkan perkenalanku.

Jun 19, 2012

[FlashFiction] Ramai versi si Bego


Kali ini Malioboro, setelah kemarin Borobudur, besok dia bakalan ngirim foto apa lagi?

Apa dia nggak tau kalau yang ingin aku lihat itu dia? Aku nggak peduli sama semua keindahan tempat-tempat itu, apalagi foto ini. Foto apa ini? Isinya hanya deretan toko sama orang-orang yang lagi berjalan berdua, sama seorang bapak di vespa. Apa asiknya foto begini?

Harusnya dia itu berfoto di depan tulisan malioboro itu, dia dengan kamera kebanggaannya itu. Kalau nggak bisa foto diri sendiri, ya udah minta tolong ama siapa gitu. Aku itu ingin lihat wajahnya, aku mau tahu seperti apa dia sekarang. Apakah dia semakin hitam karna selalu berkeliaran di terik matahari, atau justru otot-otot lengannya semakin terbentuk karna membawa benda-benda berat setiap hari. 

Ahhh…  Begoooo… Kapan sih kamu bisa ngerti isi hatiku ini? Aku mau ikut kemanapun kamu pergi, mau itu naik gunung kek, nyebur ke laut, bahkan masuk ke dalam bumi lapis ke tujuhpun aku mau ikut sama kamu.


“Dia ngirim foto lagi?” Aku hanya mengangguk menjawab Laras. Aku senang melihat Laras hari ini, kemarin malam dia udah ngabisin satu box tissuku hanya untuk nangisin pria nggak penting itu.Sekarang dia udah ketawa-tiwi bareng si Fian. Kalau udah ditanya udah jadian atau belum jawabannya cuma ‘Ada dehhh…’.


Jun 18, 2012

[FlashFiction] Pangandaran, I'm fall into you

 


Delapan jam perjalanan Bandung-Pangandaran dengan kondisi jalan yang bikin pusing, tapi tetap mata ini nggak bisa diajak tidur. Hal ini dikarenakan otakku yang masih mikirin pacarku, ups. Maksudnya mantan pacarku yang baru 24 jam lalu mutusin aku demi wanita yang usianya 15 tahun lebih tua dari aku! Sial!
Dan yang lebih sial lagi, aku terperangkap di Avanza hitam, duduk di bangku paling belakang yang memiliki tingkat guncangan yang lebih hebat dari yang posisi lainnya, dan mataku sepanjang perjalanan ini nggak bisa nggak melihat mata sang supir!

Okai, aku sejujurnya bingung, mata siapa yang lebih indah? Mata pria yang masih aku cintai (tidak mau ngakui tapi masih cinta) itu atau mata pria yang duduknya hanya semeter dari aku. Sejujurnya aku penasaran dengan warna matanya, tapi sudahlah, namanya saja aku tidak tahu.

Oh ya kisah aku bisa terperangkap di mobil yang sebagian penumpangnya tidak ada di daftar temanku adalah karna sahabatku Vika yang geram melihatku nangis semalam suntuk. Lagian setelah aku pikir-pikir kenapa tidak? Liburan dadakan, lumayankan dapat cowok baru, ups. maksudnya kenalan baru.

Begitu turun dari mobil, aku langsung berlari ke pinggir pantai. Pemandangan sunrise ini nggak boleh di tinggalkan, mamen! Aku merentangkan kedua tanganku, wangi asin dari air laut langsung membuatku rindu, rindu akan mantanku. Halah, ngapain juga mikirin dia. Mari kita ganti topik dengan warna langitnya, warnanya belum bersih, masih agak-agak gelap, seperti hatiku yang masih dihiasi kenangan si mantan. Sabar, nanti juga bakalan biru bersih kan?

Jun 17, 2012

Merangkak



Berhubung saya udah lulus sidang dan lagi nunggu jadwal wisuda dkk, saya ingin membagikan kisah merangkak saya hingga saya lulus. Apa lagi buat yang mw masuk kuliah.

Saya lulus SMA tahun 2007, cita-cita saya sejak kecil mungkin sama dengan cita-cita kamu. Saya mau jadi dokter. Kenapa? Karna orang tua saya menginginkan hal itu. Agar saya bisa jadi orang kaya kelak!

Tapi fakta berkata lain. Saya sadar saya bukan siswi yang rajin belajar, itulah sebabnya saya tidak lulus spmb. Tapi orang tua saya tidak menyerah, mereka mengupayakan biaya 40 juta agar saya bisa masuk fakultas kedokteran d universitas swasta di kota saya. Tapi seperti yang kalian lihat, saya berakhir di jurusan IT.
Kalian tau kenapa? Singkatnya karna Tuhan tidak ingin saya di situ.

Tapi hati ini tidak ihklas, saat melihat kenalan saya yg berkuliah di jurusan itu. Bukannya ingin menghakimi, tapi saya tidak rela. Mereka yg dengan uang puluhan juta bisa menempati posisi dokter. Bukankah kesana mereka berakhir kelak?
Saya yang dari dulu ingin jadi dokter, tapi gagal, sedangkan mereka karna faktor orang tua dan uang berhasil ada di situ.
Lalu bila saya renungkan semakin dalam, saya yakin di lain tempat, ada seorang rekan yg berfikiran seperti saya.

Seorang teman pernah mengatakan, dia menyesal ada d jurusannya sekarang, dia ingin kuliah seperti saya. Tapi apa daya, jurusan IT punya rating tinggi d universitas negri cui, mau kuliah d swasta? Biaya dari mana, kalau kamu adalah anak tertua dan masih banyak adik mu yang butuh uang!

Kami berdua sama-sama tidak bahagia dengan jurusan kami. Tapi saya harus move on! Bukan hanya mantan kekasih yang harus move on, tapi dengan mantan cita-cita saya, saya harus move on.

Segala cara dan banyak tes masuk yang saya coba, tapi yang mau nerima saya cuma NTC. Salah satu bentuk pelatihan yang setara dgn d2 yang didirikan telkom dengan NIIT di India. Ya awalnya saya terlena dengan janji manis para petinggi di kampus, hingga saya ikut rencana pendidikan yang mereka rencanakan. Saya mengambil diploma 3 saya d kampus yang baru mereka dirikan.

Menjadi angkatan pertama gak seru, coi! Pernah ngalami dapat buku mata kuliah setelah uas atau uts selesai? Saya pernah mengalaminya. Pernah ngalami nilai diportal tiba-tiba hilang atau nilai A berubah bentuk jadi C? Saya pernah mengalaminya.

Kalau ditanya alasannya datanya hilang! What?? Dengan tampang tak berdosa si admin itu akan bilang kamu tinggal olt(online test) ulang! Emang mempelajari buku bhsa inggris itu gampang? Nilai indah yang saya dapatkan dengan bergadang sampai pagi, hilang lenyap! Kalau jarakny 1 atau 2 hari, mungkin memory saya masih segar, tapi kalau sudah enam bulan?

Sudahlah, saya tidak sedang ingin menjelekkan almamater saya. Toh itu dulukan? Toh kampus itu sudah menjembatani karir perdana saya. Saya menjadi pegawai outsource di salah satu anak perusahaan telkom. Tapi hidup memang tidak selalu mudah. Urusan kontrak yang membuat saya ingin meledakkan orang-orang yang sering mengirim email tentang aturan-aturan aneh. Tapi bukan itu yang membuat saya keluar dari perusahaan itu, semakin lama disitu semakin saya merasa saya tidak cocok jadi programmer. Itu juga yang membuat saya menolak tawaran untuk jadi developer di pekerjaan saya yang sekarang, walaupun hanya jadi db dev.

Seiring dengan pengalaman kerja yg bertambah, maka tentunya kuliah saya terus berjalan kan?
Saya mulai bekerja, sebelum saya lulus diploma 3, lalu dilanjutkan dengan ekstensi saya. Yup dari d2, merangkak ke d3 dan tertatih-tahih untuk dapat gelar sarjana.

Proses merangkak saya bukan hanya dalam pendidikan. Masih banyak dan sangat banyak sifat dan tujuan yang ingin saya raih. Mungkin saja saat ini saya masih tengkurap, tapi saya akan merangkak! Walau tak secepat orang yang berjalan, tapi saya hanya ingin berpindah. Move on ke tempat tujuan saya.

Mari merangkak, walaupun cuma sedikit, yg penting pindah. :)

NB: berharap bisa dapat kabar tentang kisah 'meragkak' kamu. 

Love,

@yuuCaaaa

Jun 4, 2012

Lulus Sidang? Senang atau Sedih?



Puji Tuhan, tanggal 26 Mei kemaren saya sudah lulus sidang. Walaupun masih dengan revisi, tapi akhirnya saya lulus. Di tengah-tengah kesibukan project yang mau live dan hari ini sudah live, akhirnya saya berhasil menyelesaikan S1 saya. Namun di tengah kebahagian ini, ada kesedihan yang menusuk hatiku. 

Sidang saya kemarin itu seharusnya diikuti oleh tiga orang, karena penyusunan skripsi ini memang di haruskan perkelompok. Dan beruntunglah saya karena kampus membebaskan kami untuk memilih anggota kelompok. Dan kebetulan kami bertiga sudah akrab semenjak kuliah di BOL, makanya kami memutuskan untuk bergabung. Sayangnya sewaktu sidang, salah satu teman kami mengalami kecelakaan.

Kecelakaan itu terjadi pada malam sebelum kami sidang. Hari Jumat sebelum kami sidang, saya dan teman saya ini janjian ketemuan di kampus untuk berdiskusi. Seharusnya ini tidak saya lakukan, mengingat menjelang sidang, ibaratnya seorang calon pengantin yang mau nikah harus dipingit terlebih dulu. Harusnya pertemuan seperti ini harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. :(

Sepulang dari kampus, sekitar jam tujuh malam, kami berpisah di depan kampus. Saya pulang naik angkot sedangkan teman saya ini dijemput oleh ayahnya. Sekitar jam sembilan kurang, saya sudah sampai di dekat kosan, saya menerima panggilan dari Ninda, waktu saya angkat ternyata suara pria. Ternyata itu ayanya, beliau menceritakan kondisi Ninda, saya langsung shock. Bingung, sedih, lemes, semuanya lahh...

Saya dan teman saya yang lainnya sempat panik. Apalagi keesokan harinya, setelah diskusi dengan pihak kampus, awalnya mereka bilang, kelompok kami tidak bisa presentasi. Harus nunggu Ninda sembuh. Padahal kondisi Ninda tidak memungkinkan sembuh dalam satu minggu. Saat itu hati ini berperang antar rasa setia kawan dengan rasa egois ingin cepat lulus.

Tapi untungnya, setelah berdiskusi, tercapailah kesepakatan kalah Ninda akan diuji berdasarkan hasil revisi kelompok kami. Jujur selama menyusun skripsi ini, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan. Mulai dari belajar mendelegasikan tugas, belajar untuk tidak saling menyalahkan, kalau ketemu masalah tidak usah mencari siapa penyebabnya tapi mencoba untuk mencari solusinya. Belajar ngontrol diri *yg ini masih belum berhasil*. Dan juga belajar berfikir dari sisi bisnis proses, bukan hanya dari sisi teknis, alias belajar mikir ala bos hahahaa...

Ninda itu berperan sangat penting dikelompok kami, walaupun dia mengerjakan bab1 samapai bab 3 secara keseluruhan. Tapi keberadaan Ninda terasa sangat penting sebagai penengah masalah, penenang jiwa raga. Karena memang sifatnya yang supel dan asik buat tempat curhat, gadis ini sangat penting dikelompok kami. Apalagi saat-saat lagi binggung mau nyusun bab 4 bagaimana, pasti dia bisa kasi ide segar.

Sungguh sanggat disayangkan dia tidak bisa merasakan bahagia yang kami rasa hari itu. Hari itu begitu kami selesai sidang, kami langsung menjenguk Ninda. Begitu melihat kondisinya di tempat tidur, saya cuma bisa tersenyum padanya. Soalnya saya memang tidak gampang bersedih melihat orang sakit (Opungku ninggal aja mesti dipaksa dulu baru bisa nangis) Saya mencoba untuk tampil cerita di matanya yang terpaksa terbuka. Saya tersenyum kearahnya setiap kali saya melihat mata itu menatap saya.

Ninda tidak bisa bicara hari itu, dikarenakan giginya dan bibirnya yang terluka, bahunya yang patah juga membuat dia nggak bisa banyak bergerak. Ahh.. kondisinya hari itu memang memprihatinkan.

Hari ini saya mendapatkan sms dari seorang teman yang menanyakan kondisi Ninda. Saya pun langsung merasa bersalah, karna sebagai teman satu timnya, saya kurang update. Karna saya juga bingung mau nanya ke siapa? Mau jenguk kerumah sakit, tapi sabtu minggu ini saya ada kerjaan. 

Saya hanya bisa berdoa agar Ninda segera sembuh.
Ninda n her parents

Our Ninda
Nda...
Kami tunggu kamu di wisuda tahun ini ya...
Kita pasti wisuda bareng kok..
Kamu harus semangat disana.. :)
Semangat sayang :* 

with love,

yuyu


Jun 3, 2012

[Cerpen] Like Mother, Like Daughter


Kukecup kening putraku setelah aku mendengar dengkur halusnya. Dia sangat mirip dengan papanya, begitu menyentuh bantal, langsung pulas. Berbeda dengan putriku, si sulung ini hanya akan tertidur setelah membaca sesuatu. Itulah sebabnya dingding kamarnya didominasi oleh rak buku yang tingginya hingga ke langit-langit.Aku keluar dari kamar putraku dan melangkah menuju ruang tamu yang ada di lantai bawah, aku menyalakan TV sambil menunggu suamiku pulang. Hari ini dia ada meeting dengan kliennya hingga malam. Sedangka putri kami sedang menginap di rumah sahabatnya, rencananya mereka akan mengadakan pijamas party. Melihat putriku yang semakin dewasa, aku jadi semakin merasa tua. Putriku akan berulang tahun yang ketujuh belas tahun depan, tapi diusia seperti ini, aku belum pernah melihatnya jalan bersama seorang pria. Sejujurnya aku sedikit khawatir dengannya. Walaupun aku dan papanya tidak pernah melarangnya untuk berhubungan dengan pria manapun, tapi entah mengapa sampai sekarang dia belum pernah membawa seorang laki-laki ke rumah ini. Jam dingding sudah menunjukkan angka sepuluh, sedari tadi aku masih sibuk memilih acara TV yang mau ditonton, tapi belum menemukannya. Akhirnya aku mematikan TV dan ingin berbaring di kamar saja. Begitu meletakkan remote TV, aku mendengar pintu masuk terbuka dengan kasar. 
"Masuk!" Aku mendengar suara suamiku berteriak. Selama pernikahanku, aku belum pernah mendapati suamiku semarah ini. Dia menarik kasar putri kami melawati pintu rumah.
"Astaga... Kakak?" 

May 15, 2012

[Cerpen] Kisses don't lie



Kisses don'tNo they don'tNever don't lieYou can run if you want but you cant hideTellin you its the truth dont you ask why~ Rihanna - Kisses don't lie ~

Rasanya seperti coklat, begitu lidahku menyentuhnya aku akan memejamkan mataku untuk menikmatinya, setiap rasa manis yang meleleh di lidahku. Aku biarkan rasa manis itu berlama-lama ada di mulutku. Hingga saat dia menarik bibirnya, aku ingin bibir itu kembali lagi. Memberikanku rasa manis itu. Memberikanku kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan.

Mata nya menatapku, mencoba mencari sesuatu. Tidak. Aku tidak akan pernah memberikan jawaban itu. Biarlah hanya aku dan hati ini yang tahu faktanya.
"Say it..""No!" aku mencoba berteriak, padahal suaraku mungkin terdengar seperti desahan. "Liar!" 
Dia memberikan coklat lagi, tapi kali ini rasanya bercampur keju. Rasanya lebih nikmat, apalagi kini tangannya tidak hanya diam. Dia mulai menyentuhku. Di tempat favoritku, dimana aku selalu merasa dimanja dengan jari-jari panjang itu.
Kini tubuhku, bersandar sepenuhnya di dingding dingin apartemennya. Tapi dinginnya dinding itu tidak bisa meredakan panas yang kini mulai menjalar di tubuhku. Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Besok adalah hari pernikahanku. Aku tidak boleh ada di sini lebih lama lagi.
"Stop!" Aku berteriak, dan kali ini sungguh-sungguh berteriak. Aku mendorongnya sejauh mungkin dari tubuhku, walaupun jauhnya hanya sepanjang tanganku. Aku mencoba mengatuh nafasku yang sudah seperti orang yang habis lari.
"I must go! Urusan kita dah selesai Dion.. " Aku melangkah menjauhinya menuju pintu apartemen itu. Aku memaksa otakku untuk fokus ke pintu, sementara hatiku masih ingin menuju kasur lembut pria itu. 
Baru melangkah beberapa langkah, tanganku ditariknya dan dilemparkannya tubuhku ke atas kasur. Dalam hati aku merasa nyaman, tapi sekali lagi kesadaran bahwa besok aku akan jadi istri orang lain harus tetap aku pertahankan.

May 8, 2012

Sahabat Anak Tanah Abang





http://www.sahabatanak.org/




VISI:
Menyadarkan anak jalanan bahwa mereka sebagai manusia ciptaan Allah, yang berharga dan mulia.

MISI:
Melibatkan sebanyak mungkin pribadi/pihak untuk peduli kepada anak jalanan dengan menjadi seorang sahabat yang menaruh kasih setiap waktu.

Kali ini, aku mau cerita tentang pengalaman aku waktu main sama anak-anak di Sahabat Anak. Kalau mau tau yang lebih jelas tentang Sahabar Anak, langsung aja main ke situsnya atau follow twitternya .


Dari dulu tuh pengen banget bisa bantu anak-anak jalanan, bisa sharing dan berbagi sama mereka. Namun, belum nemu cara yang tepat, akhirnya setelah browsing-browsing dan tanya sana-sini, aku putusin buat ikut bantu-bantu teman-teman di SA.


Jadi Sabtu kemaren, aku janjian ama koordinator SA Tanah Abang, namanya Ancis dan salah satu temannya. Karena aku kurang paham lokasi SA tanah abang, akhirnya Ancis bersedia ketemuan Semanggi lalu kita cus ke lokasi. Awalnya aku sendiri yang pengen ketemu ama mereka, namun beruntunglah aku karena berhasil menggoda sohibku si kocik. Jadinya kita berempat pergi ke SA Tanah Abang.


Pertama kali aku sampai di situ, aku langsung ngerasa *cuss*. Tempat itu ada di bantalan rel kereta api. Kalau kalian pernah naik kereta, trus ngeliat persis di pinggiran rel ada rumah. Nah, begitulah kira-kira kondisi lokasi SA Tanah Abang.


Yang paling bikin aku touched banget waktu ngeliat antusiasme dari adek-adek yang ada di situ. Kita sampai di situ kira-kira jam 7 malam, dan mereka itu semangatnya kayak anak sekolah di pagi hari. Atau lebih dari itu *soalnya tiap pagi aku ngak pernah semangat di sekolah*


Salah satu adek, namanya aku lupa *Mohon maaf saya kesulitan dalam hal menghafal nama :) * Dia dengan semangatnya ngasi buku ke aku dan minta tolong buat dibacaain. Dan aku tiba-tiba langsung ngerasa bego dan blang. Bingung ngak tau mau ngapain?? Ya sudah akhirnya aku pun membacakan buku yang isinya tentang berhitung in English, juga bacain dan jelasin dikit tentang buku yang isinya gambar hewan-hewan laut. 


Dan aku juga cukup speechless liat koleksi buku anak-anak yang ada disitu. Dan jujur aja, rasanya itu seperti aku yang belajar, haha.

Jujur aku merasa iri dengan koleksi buku-buku itu, soalnya waktu kecil aku jarang baca buku cerita. Abisnya dah bosan duluan ama buku pelajaran. 

Dan yang paling amaizing, mimpi dari anak-anak ini. Mimpi-mimpi mereka seperti memberikan dopping buat ku. Ada yang bercita-cita jadi dokter, dokter gigi, jadi pramugari, penulis lagu, sekretaris, akuntan, koki, dll. Hal itu mengingatkanku waktu aku masih bercita-cita jadi dokter, yang kemudia nasib harus membuatku mengubur mimpi itu. Mengalami tahun-tahun awal kuliah tanpa cita-cita hanya harapan biar nilai ujian selalu bagus, rasanya itu hidup ngak hidup kalau ngak ada cita-cita. 


Dan anak-anak ini memiliki mimpi, hanya saja nasib mereka tidak sebaik anak-anak lain atau dengan diriku. Walaupun gagal mencapai cita-citaku, tapi aku masih hidup nyama. Mereka? Hanya hidup di pinggiran rel! Hidup dengan ngamen atau mengemis, semoga aja tidak ada yang jadi maling. 


Sadar atau tidak sadar, kita sering menuntut pemerintah kita buat prihatin sama anak-anak jalanan, tapi apakah kita pernah prihatin?


Mereka bahkan ada yang dipaksa oleh orang tuanya untuk mencari uang, bahkan terkadang mereka dipaksa untuk memberikan minimal 30 ribu untuk orang tuanya. Sedangkan aku lebih sering menuntut diberikan 1 juta uang bulanan waktu kuliah. Bahkan di awal-awal kerja juga masih sering minta ma orang tua.


Ya harus aku akui, aku sangat beruntung, dan jujur aku pengen banget gabung jadi volunteer, tapi sepertinya untuk bulang ini aku belum bisa. Lagi nunggu jadwal sidang, sekalian prepare buat sidang. Dan aku juga sedang dilema dalam hal memilih tempat SA yang mau dikunjungi. Faktor jarak adalah penyebab utamanya. Semoga segera dapat pencerahan. :)


Dan bagi teman-teman yang ingin join jadi volunteer SA, langsung hubungin aja no (021) 391 8505, atau kirim email ke info@sahabatanak.com.

Atau langsung aja main ke Bimbel SA ya.. :)

May 4, 2012

One Day - Charice



One day (x3)

[Charice - Verse 1]
They're not gonna keep me down
They're not gonna shut me out
They're gonna do what they do, I'll do me
I'm going against the crowd
I'm drowning out the doubt
They're gonna do what they do, I'll do
Something original, be unforgettable
They're gonna know my name

[Chorus]
One day, make you a believer
One day, got this all I need is
One day, don't try to tell me I can't
Right now, I'm running the future
Watchout, won't stop I'm a mover
One day, you're gonna know who I am
Oh when I'm high and free
It's not fate, wait and see, One day

[Charice - Verse 2]
I've been afraid to fall,
Too much for something more
But now that I see that it's mine,
I'll take it
Just go ahead and try,
You're not gonna change my mind
There's no such thing as too late
Yeah!

[Chorus]
One day, make you a believer
One day, got this all I need is
One day, don't try to tell me I can't
Right now, I'm running the future
Watchout, won't stop I'm a mover
One day, you're gonna know who I am
Oh when I'm high and free
It's not fate, wait and see

[Bridge]
I'm on a mission, no longer listening
To anyone that says don't try
Sometimes you feel it deep in your spirit
It's like a fire that won't die
One day
Wait and see
One day
Oh
Just wait and see it

[Chorus]
One day, make you a believer
One day, got this all I need is
One day, don't try to tell me I can't
Right now, I'm running the future
Watchout, won't stop I'm a mover
One day, you're gonna know who I am
Oh when I'm high and free
It's not fate, wait and see, One day

One day, One day, One day, One day, One day

Walaupun bukan terbilang lagu baru, tapi aku suka dengan liriknya.. :)

Love,

@yuuCaaaa


May 3, 2012

#12 For Mr.X

Dear Mr X...

How are you today??
Aku mau menceritakan sesuatu padamu..

Aku paling seneng kalau dipeluk lelaki, dan aku paling suka dengan posisi seperti gambar ini.



Dan dari semua pria yang pernah hampir di hidupku, cuma satu orang yang bisa bikin aku nyaman kalau di peluk seperti itu. Kau tahu dia siapa?

Dia ada lah pria yang tiba-tiba duduk di sebelahku dan langsung memelukku dengan cara itu di pesawat sewaktu aku mau ke Paris. Jujur waktu itu aku ngak tahu apakah aku sedang bermimpi atau berhayal soalnya aku sangat kenal dengan bau itu, bau parfum dan bau maskulinnya unik. Juga kokohnya lengan itu, dan hangatnya dada itu.

May 2, 2012

#11 Dear my Lawyer

Dear tuan pengacara terhormat!

Kau itu adalah pengacara pribadiku, bukan penasehat pernikahanku, kau harus mengingat hal itu sobat!

Kau tau betapa terkejutnya aku siang ini?
Begitu aku sampai di ruang tunggu bandara, aku melihat wanita itu, masih dengan hobby nya dulu, terkadang aku heran sama dia. Tingginya udah 165, tapi kok hobby pake heals sih? untung lah tinggiku 180, kalau tidak pasti bisa malu jalan sama wanita itu.

Ahh.. sudah lima tahun lebih, aku dan dia tidak pernah lagi jalan bareng. Rasanya sangat nyaman setiap kali ada dia di sampingku. Di sebelah kiriku, di pundakku lah dia sering menyandarkan kepala dan memejamkan matanya. Di dada kiriku inilah dia selalu kudekap.

Apakah dia masih memakai parfum yang sama? Wangi lavender memang paling cocok untuknya, 

Apr 30, 2012

[Puisi] Mimpi dan bermimpilah

Mimpi..

Seperti napas dalam hidupku,
Membangunkanku dengan harapan agar mimpi itu jadi nyata
Mengingatkanku untuk terus berusaha


Mimpi..

Menciumku ketika aku rindu arti hidup
Menertawakanku, ketika aku mulai lelah

Mimpi..
Mengartikan pelangi sehabis hujan
Mengajar akan pentingnya kerja keras

Mimpi..
Menguatkan kaki yang mulai goyah
Menenangkan hati yang mulai gundah
Mebersihkan mata yang mulai kabur

Mimpi..
Membuat aku berbeda dengan kamu
Mengubah hari-hariku dengan caranya.

Mimpi..
Aku memilikinya
Bukan cuma satu atau dua,
Karena mimpilah aku menulis dan berbagi,
Dan karna dialah aku bisa tegar.

Mari bermimpilah sobat dan berusaha serta berdoalah untuk menyujudkannya.

Mimpi..
Ingatkan ku selalu ketika aku bangun, kalau kau layak dan harus untuk diperjuangkan.


With love,

yuuCaaaa

Apr 24, 2012

Setiap Wanita Cantik

World in my eye
Seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"
"Karena aku seorang wanita," dia berkata kepada anaknya.
"Aku tidak mengerti," jawab anak laki-laki tersebut. 
Sang ibu memeluk anaknya dan berkata "Dan kau tidak akan pernah mengerti"
Kemudian anak laki-laki tersebut bertanya kepada ayahnya "Mengapa ibu menangis tanpa ada alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa ada alasan," hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya.

Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan tetap merasa heran mengapa wanita menangis.Akhirnya dia menelepon Tuhan, dan ketika sudah terhubung, dia bertanya, Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?

Tuhan berkata:

Aku menciptakan wanita istimewa. Aku menciptakan baginya bahu yang kuat untuk memikul beban dunia, tapi begitu lembut sehingga dapat memberikan kenyamanan.

Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya.

Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap bertahan di saat semua orang sudah menyerah, dan tetap memperhatikan keluarganya tanpa mengeluh saat sedang lelah maupun sakit.

Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun, meskipun mereka menyakitinya.

Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-kesalahan suaminya, menciptakannya dari tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya

Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang-kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk tetap teguh mendampingi suaminya

Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dicurahkan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun diperlukan.

Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, penampilan fisiknya, atau cara dia menyisir rambutnya.

Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya, tempat dimana cinta bersemayam.

Setiap Wanita Cantik






Don't judge me!
Nothing can make me cry




Silence...
Love to be diffrent





To be a mother is a happiness




Apr 20, 2012

#10 'takemehere'


Hi dear...

Remember this picture??

Ini foto yang pernah aku emailin ke kamu sehari sebelum hari pernikahan kita. Dan kau pun berjanji akan mengajak aku ke tempat itu. Waktu itu kau bertanya tentang tempat bulan madu, dan berhubung karena pernikahan kita yang sederharan dan hanya di persiapkan dalam waktu singkat, maka banyak hal-hal yang sepertinya kita lupakan, termasuk tempat bulan madu. Dan ketika kau bertanya, dimana kita akan menghabiskan masa-masa itu, maka Paris lah jawabanku. 


Senyuman dan karet behel mu yang warna pink itu tidak akan pernah aku lupakan sayang. Mungkin, saat-saat bahagia di hidupku adalah saat melihatmu tersenyum. Biarlah aku menyimpan senyum mu itu di hatiku, boleh kan? Mungkin hanya kenangan itu yang kumiliki darimu, maka biarlah aku menyimpannya dan membawanya hingga ke akhir hidupku. 

Sayang, aku tahu janjimu ngak akan pernah kau tepati, tapi tak apa, aku terlalu menyukai Paris, makanya sekarang aku lagi menyusun rencana perjalananku mengunjungi negri itu. Kota cinta, aku harap aku menemukan bahagiaku disana. Doakan aku sayang, agar aku juga menemukan kebahagiaan seperti yang kau rasakan sekarang. Kau jangan kuatir, aku tidak bermaksud melupakanmu, aku hanya ingin bahagia sayang..

Bahagiaku memang bersamamu, tapi aku juga tidak ingin menyianyikan sisa umurku. Setelah perceraian kita selesai, aku tidak mungkin hidup menjanda seumur hidupku kan? Kecuali setelah hakim ketuk palu atas perceraian kita, di saat yang bersama langit memanggilku bersamanya, maka memang aku menghabiskan sisa hidupku sebagai jandamu... hahaha

#9 The other part of my life: Our bestfriends





ms_stilletto: hon... are you busy??
me: yes, suami gue dah gak sabar nunggu gw di kasur... :))
me: what's up dear??
ms_stilletto: I need your help.. :)
me: come to Jakarta babe.. I will help you..
ms_stilletto: yaa... gw juga mau ke sana babe, tapi kaki gw belum sembuh total..
ms_stilletto: gw lagi butuh jasa lo... bisa kan?

me: me?? jasa gw gimana maksod lo nek?
me: wait.. wait.. lo mau gw jadi pengacara lo??