Pages

Showing posts with label #suratakudankamu. Show all posts
Showing posts with label #suratakudankamu. Show all posts

May 3, 2012

#12 For Mr.X

Dear Mr X...

How are you today??
Aku mau menceritakan sesuatu padamu..

Aku paling seneng kalau dipeluk lelaki, dan aku paling suka dengan posisi seperti gambar ini.



Dan dari semua pria yang pernah hampir di hidupku, cuma satu orang yang bisa bikin aku nyaman kalau di peluk seperti itu. Kau tahu dia siapa?

Dia ada lah pria yang tiba-tiba duduk di sebelahku dan langsung memelukku dengan cara itu di pesawat sewaktu aku mau ke Paris. Jujur waktu itu aku ngak tahu apakah aku sedang bermimpi atau berhayal soalnya aku sangat kenal dengan bau itu, bau parfum dan bau maskulinnya unik. Juga kokohnya lengan itu, dan hangatnya dada itu.

May 2, 2012

#11 Dear my Lawyer

Dear tuan pengacara terhormat!

Kau itu adalah pengacara pribadiku, bukan penasehat pernikahanku, kau harus mengingat hal itu sobat!

Kau tau betapa terkejutnya aku siang ini?
Begitu aku sampai di ruang tunggu bandara, aku melihat wanita itu, masih dengan hobby nya dulu, terkadang aku heran sama dia. Tingginya udah 165, tapi kok hobby pake heals sih? untung lah tinggiku 180, kalau tidak pasti bisa malu jalan sama wanita itu.

Ahh.. sudah lima tahun lebih, aku dan dia tidak pernah lagi jalan bareng. Rasanya sangat nyaman setiap kali ada dia di sampingku. Di sebelah kiriku, di pundakku lah dia sering menyandarkan kepala dan memejamkan matanya. Di dada kiriku inilah dia selalu kudekap.

Apakah dia masih memakai parfum yang sama? Wangi lavender memang paling cocok untuknya, 

Apr 20, 2012

#10 'takemehere'


Hi dear...

Remember this picture??

Ini foto yang pernah aku emailin ke kamu sehari sebelum hari pernikahan kita. Dan kau pun berjanji akan mengajak aku ke tempat itu. Waktu itu kau bertanya tentang tempat bulan madu, dan berhubung karena pernikahan kita yang sederharan dan hanya di persiapkan dalam waktu singkat, maka banyak hal-hal yang sepertinya kita lupakan, termasuk tempat bulan madu. Dan ketika kau bertanya, dimana kita akan menghabiskan masa-masa itu, maka Paris lah jawabanku. 


Senyuman dan karet behel mu yang warna pink itu tidak akan pernah aku lupakan sayang. Mungkin, saat-saat bahagia di hidupku adalah saat melihatmu tersenyum. Biarlah aku menyimpan senyum mu itu di hatiku, boleh kan? Mungkin hanya kenangan itu yang kumiliki darimu, maka biarlah aku menyimpannya dan membawanya hingga ke akhir hidupku. 

Sayang, aku tahu janjimu ngak akan pernah kau tepati, tapi tak apa, aku terlalu menyukai Paris, makanya sekarang aku lagi menyusun rencana perjalananku mengunjungi negri itu. Kota cinta, aku harap aku menemukan bahagiaku disana. Doakan aku sayang, agar aku juga menemukan kebahagiaan seperti yang kau rasakan sekarang. Kau jangan kuatir, aku tidak bermaksud melupakanmu, aku hanya ingin bahagia sayang..

Bahagiaku memang bersamamu, tapi aku juga tidak ingin menyianyikan sisa umurku. Setelah perceraian kita selesai, aku tidak mungkin hidup menjanda seumur hidupku kan? Kecuali setelah hakim ketuk palu atas perceraian kita, di saat yang bersama langit memanggilku bersamanya, maka memang aku menghabiskan sisa hidupku sebagai jandamu... hahaha

#9 The other part of my life: Our bestfriends





ms_stilletto: hon... are you busy??
me: yes, suami gue dah gak sabar nunggu gw di kasur... :))
me: what's up dear??
ms_stilletto: I need your help.. :)
me: come to Jakarta babe.. I will help you..
ms_stilletto: yaa... gw juga mau ke sana babe, tapi kaki gw belum sembuh total..
ms_stilletto: gw lagi butuh jasa lo... bisa kan?

me: me?? jasa gw gimana maksod lo nek?
me: wait.. wait.. lo mau gw jadi pengacara lo??

Feb 22, 2012

#8: Saat surat berubah jadi suara



"Hallo.."

"..." Suara itu.


"Hallo Tony.." 

"Ya.."

"Hei.. Apa kabar kamu?"

"Baik." buruk, aku butuh kamu!

"Long time no see. How was your life?" apakah kamu bahagia?

"Fine, wonderful!" hidupku berantakan tanpa kamu.

Feb 15, 2012

#7: Sorry..



Dear my hubby..

Akhirnya kau sudah mengambil keputusan ya?

Terimakasih, akhirnya kau melepaskanku, doakan aku di sini ya, agar aku bisa menemukan bahagia lain. Walaupun bagiku, kau satu-satu orang yang bisa membuatku merasakan bahagia dan sakit secara bersamaan. Kau tahu aku mengartikan cinta sebagai apa? 


Cinta tak selamanya tawa dan juga tangis, dia adalah warna yang memberikan arti untuk hidup ini.

Sayang, kini aku sudah bisa berjalan di atas kedua kakiku lagi, sudah bisa menggunakan stiletto dan sepatu lain dengan tinggi heels yang beragam. Terimakasih buat Mr.X yang sudah mau membantuku.

Sayang apakah kau mengenal Mr.X?
Dia adalah orang yang sudah membuatku lumpuh kemarin, tapi dia bertanggung jawab kok. Dia membiayai seluruh pengobatan dan kehidupan aku selama aku sakit. Bahkan yang paling mengejutkanku adalah dia membelanjai aku. Bukan hanya keperluan rumah tangga, tapi juga fashion. 

Dia membelikan aku, semua hal yang aku suka. Tidak sayang, aku tidak pernah memintanya, he just sent it to me.

Yang paling mengejutkan aku adalah dia juga mengirimkan pakaian dalam untukku. Kau tahu kan aku agak sensitif dengan hal ini, aku sering iritasi jika menggunakan bahan yang tidak cocok dengan ku. Namun yang dia kirim adalah pakaian dalam yang biasa aku pakai.

Apakah dia itu titisanmu? Dia tahu makanan kesukaanku, dia tahu sepatu dan warna favoriteku, dia bahkan tahu ukuranku. Dia tahu hal-hal yang kau ketahui sayang. Apakau kau Mr.X itu?

Kalau memang benar itu kamu, aku mohon jangan bersembunyi lagi. Aku merindukanmu, setidaknya aku ingin melihatmu lagi.

Ahh iya, aku rasa kau sudah memiliki kekasih lain ya? Atau calon istri, makanya kau hanya mengirimkan surat cerai melalui pengacaramu?

Aku mohon, bicaralah padaku, ijinkan aku tahu apakah kau masih marah dan kecewa padaku?
Aku terima semua hukuman ini, termasuk perceraian ini, tapi aku ingin ini berakhir dengan baik. Aku tidak ingin kedepannya kalau kita bertemu, kita seperti orang yang tidak pernah saling mengenal.

Suamiku, aku tahu aku memang bersalah padamu juga pada langit dan aku tahu aku pasti akan mendapatkan hukumanku. Tapi kalau kau memang bahagia dengan keputusan ini, aku terima.

Love you,


tin-tin


Feb 14, 2012

#6: Inginku


Sayang...

Maafkan aku, mungkin hanya ini yang bisa aku berikan sebagai penebus rasa bersalahku. Aku akan membebaskanmu dari ikatan kita. Aku tau kau pasti merasa tidak bebas dengan ikatan pernikahan ini kan?

Aku akan menceraikanmu, tapi setelah kau sudah bisa berjalan pastinya. Aku juga tidak mungkin membiarkanmu berstatus janda dan lumpuh kan?

Maafkan aku sayang, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu, aku tahu kamu pasti sangat sedihkan?
Sejujurnya aku sangat ingin merawatmu, tapi aku yakin, kalau kau melihat aku, kau pasti akan sangat marah kan?

Karena aku sudah membuatmu menggunakan kursi roda itu dan kau harus berpisah dengan sepatu kesayanganmu kan?

Sayang, aku hanya bisa memberikan perawat pribadi untukmu, aku tidak bisa merawatmu secara langsung. Tapi aku janji aku akan melakukan apapun demi kesembuhanmu.

Sayang, kalau bisa aku ingin bertukar tempat dengan mu, aku tidak tega melihat kau yang biasanya selalu lincah dan riang, kini hanya bisa duduk di kursi roda itu.

Aku ingin memelukmu, dan membiarkan mu menangis di bahuku, bukannya menangis sendiri di atas kursi rodamu. Aku ingin menghiburmu, seperti dulu lagi. Aku ingin menjagamu dan menunjukkan padamu betapa aku masih sangat mencintaimu.

Sayang, harusnya aku tidak meninggalkanmu, harusnya aku bisa terima semua kekuranganmu, harusnya aku masih ada di sisimu untuk menemanimu.

Kau memang punya salah padaku, tapi apa yang aku lakukan padamu tidak hanya melukai hatimu tapi juga melukai diriku.

Aku sakit, sangat sakit. Banyak hal yang ku lakukan untuk melupakanmu, tapi akhirnya aku lah yang sakit. Dan kau sendiri, apa yang telah kau lakukan selama ini?

Apakah kau masih sering keluar dengan laki-laki lain?
Aku rasa tidak, selama kita pacaran, aku melihatmu sebagai wanita yang setia, aku bisa lihat cinta di matamu, aku bisa lihat bagaimana caramu memujaku lewat matamu. 

Harusnya aku bertanya, bukannya lari kan? Bertanya mengenai kehidupan cintamu dulu, sehingga kau sudah tidak perawan lagi, bukannya memarahimu.

Ahh penyesalan ini memang tidak ada gunanya kan? Apalah arti penyesalan, jika aku tidak merubahnya? Aku akan merubahnya sayang, bersabarlah. Ketika kau sudah sembuh, aku akan menceraikanmu, agar kau bisa mencari kebahagiaanmu.

Aku sudah banyak mengecewakanmu, aku sudah tidak layak untukmu.

Walaupun sesungguhnya, aku ingin menghabiskan hidupku denganmu. Tapi aku tidak punya cukup keberanian untuk muncul di depanmu. Aku mencintaimu, jangan bersedih lagi.

Salam cium untukmu,

suamimu


Feb 3, 2012

#5: Selamat Tinggal Stiletto ku

Dear my lovely stiletto..

How are you??
Ini udah lebih dari seminggu sejak aku ngak pernah memakai kalian lagi.

Aku rindu..
Rindu untuk berdiri di atas sepatu kesukaanku, si hijau yang pernah membuat ku kesal sama suamiku.

Stiletto hijauku..
Apa kau masi ingat?
Aku marah-marah sama dia karena dia udah injek kamu, dia udah mengotori kamu. Padahal sesungguhnya saat itu dia sedang nolongin aku biar ngak kena serempet motor.

Aku masi ingat tatapan matanya itu. Sepertinya dia benar-benar kesal saat itu, dia tidak percaya bahwa aku bisa marahin dia hanya karena sepatu. Tapi begitu dia membalikkan badannya untuk meninggalkan aku, baru aku sadar aku salah.

Hijau, kamu tahu apa yang aku rasa waktu dia pergi?
Sakit.
Seolah aku bisa ngerasa sakit yang dia rasa. Aku memang sering merasa sakit hati, tapi rasanya yang kali ini berbeda, sakit karena penyesalan.

Dan benar dugaanku, dia mengacukhan aku, sms, chating, email, dan telpon dari ku tidak ada yang di gubrisnya. Semua itu berlangsung selama satu minggu dan kau tau apa yang terjadi setelah itu?

Dia datang kepadaku dengan senyumnya yang sangat aku rindukan, dengan tangan terbukanya yang merindukanku. Dan aku langsung berlari ke pelukannya memeluknya dengan erat meluapkan semua rasa rindu akibat kejadian tolol itu. Aku memang benar-benar tolol hari itu, bagaimana mungkin aku memerahi pacarku hanya gara-gara sepatu stilleto, padahal dia mencintaiku lebih dari dirinya sendiri.

Aku benar-benar menyesali kebodohanku itu. Sungguh. Sejak saat itu, aku sadar, kalau ada seorang pria yang telah berhasil membuatku mencintainya lebih dari kecintaanku pada kalian. Karena sebelumnya tidak ada satu orang pria pun yang bisa bikin aku jauh dari kalian, tapi demi dia selama satu minggu, aku rela tidak memakai sepatu keberuntunganku itu.

Ahh stiletto, ntah efek apa yang telah kau berikan pada banyak wanita, sehingga mereka sangat suka memakaimu, namun sayangnya ada seorang pria yang memiliki mantra yang lebih kuat untuk mengilangkan mantra-mantra kalian.

Maaf aku membuang kalian, sepuluh pasang stiletto favoritku aku relakan terbuang demi dia. Namun setelah dia meninggalkanku, aku mulai mencari pelarian rasa cinta itu pada kalian.
Aku memang bukan orang yang setia kan??
Ya karena sepertinya sekarang sudah saatnya aku akan mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.
Karena sekarang aku tidak memerlukan kalian lagi, aku hanya memerlukan kursi roda sekarang.
Kecelakaan, akibat tindakan tololku, telah membuat aku harus ada di kursi roda ini.

Regards,


Wanita pencinta stiletto



Feb 2, 2012

#4: Hei roll rambut dan stiletto hijau..


Pagi ini adalah pagi pertama ku di kota yang baru, di negriku sendiri. Aku sudah sering berpindah-pindah akibat tuntutan pekerjaan dan kali ini kota inilah menjadi tempat sementaraku. Kota yang tidak ada kamunya.

Aku yakin kamu tidak akan pernah mau datang ke kota ini, kota ini tidak banyak mall nya, tempat clubbing nya juga ngak sebanyak di tempat kamu kan? Tidak ada mall yang menjual barang-barang merek luar yang semakin menindas produk dalam negri. Lebih baik kamu tetap di kota itu, wanita.

Kota ini besar, tidak seperti kota yang punya nama besar tapi seakan tiada lahan lagi untuk tempat pembaringan terakhir. Kota yang melahirkan banyak pengacara ternama yang sering berkoar-koar di pengadilan di kota tempatmu menginjakkan kaki.


Kota dengan semboyan 'Ini Medan, Bung!' memiliki daya pikat untukku saat aku disuruh memilih antara Padang atau Medan maka aku memilih kota ini. Ntah apa yang membuatku memilih kota ini, tapi aku hanya merasa seperti anak ABG yang punya firasat kalau aku pasti akan bahagia di kota itu.

Bahagia.. Seperti bahagia yang pernah kita rasakan dulu. Sudah lima tahun berlalu, tapi belum sekalipun aku menemukan bahagia itu lagi, walaupun banyak wanita yang menemani hari-hariku, tapi bahagia bersamamulah yang terus menghantuiku.

Aku melakukan hal-hal yang dulu kita lakukan dulu dengan wanita-wanita itu, aku berharap aku akan sebahagia saat bersamamu, namun ternyata tidak. Seakan semua mantra rayuan ku hanya berlaku untukmu bukan untuk wanita lain dan hal itu mengajarkanku cara-cara terbaik untuk merayu wanita-wanita tolol itu.

Hari ini aku menemui receptionist di kantor itu untuk menunjukkan ruang kerjaku, dan dia mengingatkanku pada mu, pada roll rambutmu. Dia sepertinya terkejut melihatku, atau dia tergoda olehku? haha.. Aku semakin narcis kan? Dengan sedikit tergugup dia melepas roll rambutnya dan merapikannya kemudian mengantarkanku ke ruanganku.

Siang harinya, saat aku melewati meja receptionist itu, tanpa sengaja aku menginjak roll rambut, aku rasa itu punya receptionist tadi. Aku memungutnya, tapi saat aku membungkung mengambilnya aku melihat wanita dengan stiletto hijau di depan meja receptionist, lagi-lagi hal itu mengingatkanku padamu. Baru saja aku berdiri dengan roll rambut di tanganku, wanita tadi sudah pergi berlari keluar dari ruangan, aku hanya melihat punggungnya. Dan seketika itu juga punggungku menegang, itu seperti punggungmu, tapi rambutnya di gulung, tidak seperti rambutmu yang selalu digerai, itu tidak mungkin kamu kan?

Tidak mungkin kamu ada di kota ini! Receptionist itu melihatku memengang roll rambut dan dia bilang itu punya wanita yang pergi tadi, dia manager HRD di kantor itu. Aku pun kembali terkejut, tapi aku masih yakin itu bukan kamu! 

Jelas itu bukan kamu, karena nama wanita itu adalah adalah Nana, walaupun nama belakangmu ada Na, tapi kau kan tidak suka namamu di singkat kau lebih suka dipanggil TINA bukan yang lain kan?

Hari ini roll rambut dan stiletto hijau telah mengingatkanku pada mu tin-tin. Karena itu malam ini aku akan bersenang-senang dengan receptionist yang dengan senang hati menemaniku makan malam. Mungkin kami tidak hanya akan makan malam.

O ya tin-tin, kamu ingat makan malam pertama kita? Setelah aku menangkap basah kamu yang sedang menikmati indahnya lantai 30 itu. Malam itu aku bahagia sekali, karena akhirnya kamu mau jadi pacar aku. Setelah aku berhasil merangkai kata untuk menembakmu, setengah jam kau di situ sambil menikmati rokokmu tanpa tahu aku ada di belakangmu dan selama itu juga aku harus meredakan gemuruh di dadaku untuk mengatakan bahwa aku ingin kamu dan bahwa aku sudah jatuh cinta padamu.

Aku suka dengan kebiasaanmu itu, roll rambut dan sepatu stiletto favoritemu adalah dua hal kecil yang membuatku suka padamu, tapi ada hal lain yang aku tidak tahu apa itu, itulah yang membuatku jatuh cinta padamu. Kamu ngak marah kan aku bilang sebagai cewekku?
Mungkin sebatang rokok itu sudah membuatmu sedikit tenang, kau begitu tenang saat menjawab iya. Tapi yang buat aku bahagia bukan karena jawaban itu, tapi karena sekarang pipimu sudah merona.


Regards,

ton-ton


Feb 1, 2012

#3: Untuk pria berkawat gigi pink

Sayang, kamu masi ingat hari minggu itu? Sewaktu kamu minta temani aku ke dokter gigi buat ganti kawat? Hari itu warna yang ada hanya tinggal hijau dan pink, lalu aku minta kamu pakai kawat yang warna pink.
Ogah ahh ntar gw dikira pinkky boy lagi. Emang lo mau cowok lo dikatain  pinkky boy?
Kata-katamu hari itu membuatku tertawa, apa lagi wajahmu yang langsung merona. Tapi walaupun begitu kamu tetap mau pakai kawat warna pink itu. Walaupun sepanjang perjalanan kau terus menggerutu sepanjang jalan, tapi aku tidak peduli, yang aku pikirkan adalah reaksi anak-anak production saat melihat bos mereka yang galak pakai kawat gigi warna pink.

Dan benar kan dugaanku? Kau sendiri juga melihat ekspresi anak buahmu begitu kau menyapa mereka kan?. Dan dengan entengnya kau cuma ngejawab, Cewek gue yang maksa gue pake warna pink!, dan dengan ringannya tanganmu menarik tubuhku ke samping tubuhmu. Dan sontak satu ruangan berteriak riuh, seriuh gemuruh yang tiba-tiba ada di hatiku.

Sungguh aku ngak nyangka kau bakalan ngelakuin itu, awalnya aku kira kata-katamu di tempat dokter kemarin hanya becanda. Bagaimana mungkin kamu mengaku sebagai cowokku? Padahal kita baru kenal satu minggu, aku rasa hari itu kepalamu cuma lagi overload sehingga salah bicara, tapi tindakan mu di depan anak buahmu sungguh di luar akan sehatku.

Aku mencoba memikirkan kembali kata-katamu itu di tempat favorite ku, di tempat aku menghabiskan sebatang rokok sambil menikmati langit sore hari. Gedung itu berlantai 30 dan saat berada di tempat tertinggi gedung itu aku merasa seakan menjadi satu-satunya penguasa di tempat itu. Menikmati setiap tiupan asap rokok yang keluar dari bibirku.

Aku mencoba mencari di setiap kebersamaan yang kita habiskan kebanyakan di kantor, aku tidak pernah mendapatimu sedang mencuri pandang, ataupun tanda-tanda bahwa kau tertarik padaku, baru tadi aku merasakannya. Sepertinya kau memang kehilangan akalmu, suamiku! 



Hari itu seperti biasa aku menikmati langit mendung kota panas itu, setelah rokokku habis, aku pun memutuskan untuk kembali ke ruanganku dan pulang juga melupakan kata-katamu hari ini. Aku berjalan ke pintu keluar sambil terus menatap lantai sampai aku melihat ujung sepatu pantofel hitam. Aku ngak nyangka ternyata kamu yang berdiri di depan pintu keluar itu, dan kamu tersenyum di depan wajahku yang pasti penuh dengan tanda tanya.


Aku selalu memperhatikanmu kok, kau selalu datang telat, kadang jam sembilan kadang jam sepuluh, kadang jam sebelas, tapi yang pasti ponimu selalu kamu roll, dengan sendal, hanya wajahmu yang sudah pakai make up, tapi pakaianmu masih belum rapi. Tapi hanya lima belas menit dalam ruangan kamu keluar bak model. Mulutmu sering komat-kamit sendiri kalau udah di depan komputer, kepalamu akan kah gerakkan ke kanan dan ke kiri setiap kau mulai lelah, diam-diam ngupil kalau kau lagi sendiri di ruangan, kamu selalu mendengarkan lagu yang sama berulang-ulang kali, dan kau selalu ke tempat indah ini setiap hari sebelum kamu pulang.
Aku rasa setelah dengar kata-katamu itu, rona merah di pipimu udah menyebar ke pipiku juga. Dan sejak hari itu aku yakinkan diriku bahwa kau memang pantas di jadikan cowokku.

O ya sayang..
Pagi ini ada orang baru di kantorku, aku rasa kepala divisi production yang baru, aku belum bertemu dengan orang itu tapi yang pasti dia mengingatkan ku sama kamu. Kata salah satu pegwaiku yang sudah bertemu dengannya, katanya pria itu makai kawat gigi warna pink.

FYI dear, aku udah ngak kerja di kantor yang berlantai 30 itu lagi, aku dah pindah ke kota lain dimana kita tidak pernah mengukir kenangan disitu. Hal ini aku lakukan karena ingin memulai hari-hari tanpa mengingat kenangan kita. Aku sudah dua tahun di sini. Aku harap kamu bahagia dia sana suamiku.


With love,

Istri yang tak pantas untukmu







Jan 30, 2012

#2: Untuk wanita yang tak ingin ku sebut istri



Wanita, ini adalah tahun kelima pernikahan kita. Malam itu akan selalu menjadi malam terindah dalam hidupku, kau benar-benar membuatku bergairah, mengajari aku suatu kenikmatan yang tidak pernah berani untuk aku bayangkan. Kau yang aku harap akan bersikap seperti kucing manis, ternyata bersikap seperti singa lapar.
Kau membuatku bertindak seperti lelaki tolol yang tidak tahu apa-apa tentang tubuh wanita. Apakah kau tidak tahu bahwa selama kita bersama, aku hanya bisa membayangkan dan menebak-nebak apa isi dibalik bajumu?
Padahal sudah banyak orang yang menyuruhku untuk mengajakmu ke ranjangku dan mengatakan bahwa kau bukan orang baru dalam dunia sex. 

Aku sungguh terkejut dengan pernyatan teman-temanku tentang hal ini, mereka bahkan menyebutkan nama-nama pria yang pernah menjadi kekasihmu. Namun aku memutuskan untuk tidak mempercayai hal itu. Aku rasa itu hanya isapan jempol belaka, hanya rumor yang sengaja di ungkapkan mereka karena gagal mendapatkan dirimu.

Waktu itu, lima tahun tiga bulan yang lalu, aku benar-benar telah dimabuk cinta oleh wanita yang aku temui di pom bensin. Wanita yang masih menggenakan roll rambut di atas kepalanya, keluar dari mobil dengan sendal kamar berwarna pink di sebelah kiri dan sepatu flat hitam sebelah kanan, dengan kemeja broken white, dan hot pants berwarna merah. Kau berdiri di samping mobil sedan putihmu, sambil menunggu petugas yang sedang mengisi bensin mobilmu. Kau terlihat sedang terburu-buru, berulang kali kau melirik jam tanganmu, menghentak-hentakkan kakimu ke tanah. Setelah petugas selesai kau langsung memberikan uang seratus ribu dan tanpa menunggu kembalian kau langsung masuk ke mobilmu dan pergi dengan tergesa-gesa.

Lima menit setelah itu, sopir mobilku juga menghidupkan mesin dan meninggalkan pom bensin itu. Selama perjalanan menuju kantorku yang baru, aku masi mengingat bagaimana bibir mungilmu itu berkomat-kamit seperti membaca mantra, hidungmu yang mancung, dan matamu, sepertinya aku tidak bisa melihat jelas matamu, karena jarak kita tidak terlalu dekat.

Wanita, dihari yang sama, aku yang merasa bahwa kita tidak akan pernah bertemu lagi, ternyata mendapatkan hadiah kecil dari langit. Sepertinya langit telah mengutus malaikat cantiknya untuk menemuiku hari ini. Kau mengenakan pakaian yang lebih rapi kini, tidak ada lagi roll rambut di kepalamu, tapi seperinya kemeja di balik blaizer mu itu adalah kemeja yang sama dengan yang tadi. tidak ada lagi sandal tidur pink atau sepatu flat hitam itu, yang ada kini adalah stiletto hijau lumut yang senada dengan blaizer kamu. Dan kini aku bisa lihat matamu dengan jelas. Mata coklat yang berbinar, seperti menggambarkan kondisi hatimu yang riang. 

Pertemuan pertama kita itu berlanjut dengan pertemuan kedua dan seterusnya, karna kita berada di kantor yang sama dan kau adalah manajer HRD di kantor itu. Aku cinta padamu, itulah kata-kata yang aku harap tidak akan pernah aku ucap di hari ulang tahunmu. Aku masih belum sanggup untuk menerima penolakan darimu. 

Sungguh, walaupun roof top kantor itu jarang ada yang mengunjunginya, tapi aku benar-benar tidak sanggup menatap matamu lebih lama lagi, sungguh aku akan melompat dari atas gedung lantai 30 ini kalau kau sampai menolakku.


Ternyata kau memilih untuk menerima aku, dan kita pun menikah. Coba saja seandainya kau menolakku dulu, apa yang akan terjadi?


Apakah aku akan sehancur ini? Hancur karena aku tidak mendapatkan istri yang sempurna dan aku hanya mendapat istri bekas laki-laki lain atau hancur karena di tolak??


Entahlah... entah apa yang akan terjadi kalau kau menolakku, tapi waktu-waktu yang kita lalui bersama itu telah membuatku bahagia. Sangat bahagia. Tidak pernah aku temui lagi bahagia seperti itu.


Kau wanita yang aku inginkan sepenuh hatiku dulu, tapi setelah kenyataaan yang aku dapat itu sungguh sangat menghancurkan hatiku.


Kini kau adalah istriku, istri yang tidak aku inginkan lagi.


Salam,


Suamimu yang tidak mau menyebutmu istri


Jan 26, 2012

#1: Dari istrimu yang penuh dosa...


Sudah lima tahun sejak pagi itu. Pagi di mana kau meninggalkan aku, meninggalkan aku setelah malam indah yang kita lalui. Kau begitu marah padaku, ya aku sadar ini memang salahku. Ketololoan masa mudaku yang membuat kau marah, kau murka, tapi kau menikmatinya bukan?

Kebersamaan malam itu? Aku bisa merasakannya, tubuh mu bergetar di atasku, aku bisa mendengar suaramu, atau apakah aku hanya mendengar suaraku yang mengerang? Tidak, aku yakin kau juga bersuara, kau menikmatinya. Tapi pagi ini, kau marah, kau marah karena mendapati aku yang tidak setia. Maafkan aku suamiku.

Aku memang sudah berdosa padamu juga pada lagit, aku memang hanya sampah, tidak pantas aku bersanding denganmu. Sudah seharusnya aku mengatakan padamu hal ini sejak pertama kali kita bertemu, sejak kau menyatakan niat mu untuk menikahi aku. Tapi bibir ini tidak sanggup mengatakannya. Aku terlalu keras kepala, aku menganggap kamu tidak akan mempermasalahkan hal ini. Aku menganggap kau dapat menerima aku apa adanya, ternyata tidak, aku memang tidak pantas di terima oleh pria sebaik dirimu.


Kau lelaki terindah yang pernah di lahirkan bumi ini, kau memiliki semua hal yang di inginkan seorang istri dari suaminya. Namun aku adalah wanita yang merusak impian mu bukan? Impian tentang sebuah pernikahan dan kesetiaan.

Sudah lima tahun pernikahan ini berjalan, Suamiku, tapi aku tidak pernah tahu kau ada di mana? Apakah kau sudah menikah di negri sebrang sana? Menemukan istri yang sesuai dengan keiinganmu? Aku menunggumu, menunggu kepulangamu, menunggu hukuman atas kebodohanku. Ketololan masa mudaku yang begitu mudahnya tergoda oleh rayuan lelaki setan. Aku yang mengangungkan cintanya sehingga dengan mudah menyerahkan diriku.

Aku yang dulu begitu mudahnya untuk mencintai dan mendapatkan balasan cinta dari para adam, begitu mudahnya memikat dan terpikat oleh mereka. Menyerah terhadap keindahan yang mereka tawarkan, sampai aku bertemu dengan mu. Dengan pria yang tidak pernah menatapku dengan keinginan untuk menaklukkanku.

Kau datang di tengah kegundahanku akan masa depan, mempertanyakan makna cinta dan kesetiaan, kau datang dan membawa lari hatiku. Kau membuatku merasa aman, suatu perasaan lain yang tidak pernah ditawarkan kaum adam lainnya. Kau dapat membuatku tertawa dengan cara lain, membuatku menginginkanmu seutuhnya, bukan hanya menginginkanmu secara fisik, tapi secara keseluruhan.

Aku terlalu menginginkanmu sayang, sehingga aku menutupi kenyataan itu, kenyataan bahwa aku adalah seorang pendosa. Aku terlalu egois sehingga tidak memperdulikan dirimu, aku hanya memikirkan kesenanganku, aku merasa aku pasti dapat membuatu bahasia secara batin, karena aku memiliki pengalaman dengan kaum adam lainnya. Aku akan menyakinkanmu, bahwa setelah malam pertama kita, hanya akan ada kau di hatiku selamanya. Aku mencintaimu suamiku.

Dan ini adalah tahun kelima pernikahan kita, aku merindukanmu dan aku menderita memikirkan apa yang kau lakukan di sana. Di negri yang aku tidak tahu tempatnya. Seakan tidak ada GPS yang dapat memberitahuku di mana aku bisa menemukanmu. Tidak pernah ada kabar dari mu.

Suamiku pulanglah, 
Hukum aku, dengan cara apa pun hukum aku, bahkan hingga titik darah penghabisan aku tidak akan mengeluh. Yang aku inginkan adalah kau bahagia.

Suamiku, kalau kau sudah memiliki kekasih lain dan ingin menikah dengannya, restuku bersamamu sayang, tapi ceraikan aku lebih dulu. Agar kau bebas melangkah dan merajut pernikahan impianmu. Aku tidak akan mencegahmu untuk bahagia.  Aku tahu pernikahan ini tidak akan membuatmu bahagia, lalu mengapa kau tidak menceraikan aku?

Suamiku, aku hidup di negri yang punya hukum sendiri atas pernikahan. Apakah ini caramu menghukumku? Tidak sayang, jangan pernah mengira aku memiliki seorang kekasih di sini, aku sudah cukup tua untuk memikirkan hal itu. Hanya kau yang bisa membangkitkan gairah wanita tua ini, kenangan malam itu lah yang menghiburku tiap malam.

Suamiku dimanapun kau berada saat ini, aku tahu surat ini tidak akan pernah sampai padamu, tapi aku tahu kau dapat mendengar jeritan hatiku. Pulanglah dan hukum aku atas kesalahanku yang dengan mudahnya memberikan diriku kepada pria-pria yang pernah hadir di hidupku.

Tertanda,

istrimu yang kau tinggalkan lima tahun lalu