Feb 22, 2012

#8: Saat surat berubah jadi suara



"Hallo.."

"..." Suara itu.


"Hallo Tony.." 

"Ya.."

"Hei.. Apa kabar kamu?"

"Baik." buruk, aku butuh kamu!

"Long time no see. How was your life?" apakah kamu bahagia?

"Fine, wonderful!" hidupku berantakan tanpa kamu.

"Senang mendengarnya. Gimana pekerjaanmu? Udah berapa negara yang kamu kunjungi? Aku dengar kamu sering pindah-pindah negara ya, bener ya?" apakah kau benar-benar bahagia tanpa aku?

"Ya begitulah, bulan ini di Inggris, dua bulan lagi di New York, bulan depannya di Bali, abis itu ke negara ini, itu dan berakhir di Indonesia.." dan aku melaluinya dengan rasa sepi.

"Wooww.. amazing, finally you got your dreams, right? Training di berbagai negara dan kemudian membaginya dengan tim yang lain. Travelling and sharing.. Congratulation Tony.." jangan nangis, bego!

"Ya.. thanks ya.." tapi mimpiku belum terwujud sepenuhnya, kau seharusnya menjadi bagiannya.

"..."

"..." jangan diam, bicaralah, aku rindu suaramu.

"..." hey, say something idiot! Aku rindu omelanmu.

"And you?" are you happy?

"Ya...?"

"How was your day?" apakah sama buruknya dengan aku?

"..." menyedihkan!

"..."

"Apa kamu bahagia?"

"..." jelas tidak.

"Tony..." say you need me, please.

"Yes, I am!" 

"Aku juga bahagia kok, aku bahagia mengetahui kamu bahagia Ton, itu saja." 

"..."

"..." *menghapus air mata*

"Bagaimana pekerjaanmu?" pura-pura tegar lagi, heh?

"Jujur atau bohong?"

"..." jujur! Say that you need me.

"..."

"Just tell me what you want to tell."

"..." I want you back to my life.

"..."

"Aku... " menyedihkan, nangis setiap malam, menjauhi kehidupan sosialku, 
"Aku memang tidak sebaik dirimu." 

"..." 

"Aku keluar dari kantor dulu, lalu pindah ke satu kantor ke yang lainnya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pindah tugas ke Medan. Aku mengalami penurunan produktivitas kerja." karena aku tidak punya penyemangat lagi.

"..." dia menghela nafasnya.

"Tapi aku masih bisa hidup hedon kok, walaupun produktivitas ku menurun dan aku masih tetap hidup. Walau aku pernah nyaris kehilangan hidup dah kedua kakiku.."

"..." setidaknya dia masih bisa tertawa.

"Kemarin aku habis kecelakaan, dan sempat lumpuh sementara, tapi kamu ngak perlu khawatir, sekarang aku dah bisa lari kok.. haha. Itu versi jujurnya." pasti lah kamu ngak khawatir, emang nya aku ini siapa sih?

"..." aku tahu kok, kecelakaan dan kamu yang ngak bisa jauh-jauh dari dunia hedonisme itu.

"Ton... " bilang-ngak-bilang-ngak

"Lalu versi bohongnya"

"Aku.. "

"..."

"Aku... Semenjak kamu pergi aku bukan orang yang sama lagi, Ton. Aku memiliki lebih banyak alasan untuk bersedih dari pada untuk terseyum. Aku menghindari semua orang yang mengenal kamu dan aku, aku menghindari setiap pertanyaan mereka tentang kamu. Aku merasa..." cukup, aku ngak mau bikin kamu merasa bersalah, karena aku lah yang salah.

"..." mendesah lagi.

"Aku ingin membunuhmu. Aku ingin kamu ngerasaan sakit yang aku rasa!" udah jangan nangis lagi dodol!

"..." jangan nangis di situ, harusnya kau menangis di pelukanku.

"Itu versi jujurnya... "
"Tony.."

"Emm.."

"Maafin aku ya... Harusnya aku jujur dari awal. Harusnya aku ngak bilang iya, kamu layak dapat orang yang lebih baik dari aku. Maafin aku. Maaf" 

"..."

*tut..tut..tut..*



4 comments:

  1. Whoaaaa.. Good job Yuyu!!! I Like it, SOOOO MMUUCCHHHHHH.. :D

    ReplyDelete
  2. lanjutin lagi doonk,,gw sediih gini baca,,,nanti klo dijadiin buku,,gw harus dapet yang ada tandatangan authornya niih,,

    ReplyDelete
  3. siap bos!

    Doakan saja suatu hari nanti ini bakalan jadi buku, atau mungkin ada buku lain karya gw, dan gw janji lo bakalan dapat satu yg gratis + tanda tangan nya :)

    ReplyDelete