Feb 3, 2012

#5: Selamat Tinggal Stiletto ku

Dear my lovely stiletto..

How are you??
Ini udah lebih dari seminggu sejak aku ngak pernah memakai kalian lagi.

Aku rindu..
Rindu untuk berdiri di atas sepatu kesukaanku, si hijau yang pernah membuat ku kesal sama suamiku.

Stiletto hijauku..
Apa kau masi ingat?
Aku marah-marah sama dia karena dia udah injek kamu, dia udah mengotori kamu. Padahal sesungguhnya saat itu dia sedang nolongin aku biar ngak kena serempet motor.

Aku masi ingat tatapan matanya itu. Sepertinya dia benar-benar kesal saat itu, dia tidak percaya bahwa aku bisa marahin dia hanya karena sepatu. Tapi begitu dia membalikkan badannya untuk meninggalkan aku, baru aku sadar aku salah.

Hijau, kamu tahu apa yang aku rasa waktu dia pergi?
Sakit.
Seolah aku bisa ngerasa sakit yang dia rasa. Aku memang sering merasa sakit hati, tapi rasanya yang kali ini berbeda, sakit karena penyesalan.

Dan benar dugaanku, dia mengacukhan aku, sms, chating, email, dan telpon dari ku tidak ada yang di gubrisnya. Semua itu berlangsung selama satu minggu dan kau tau apa yang terjadi setelah itu?

Dia datang kepadaku dengan senyumnya yang sangat aku rindukan, dengan tangan terbukanya yang merindukanku. Dan aku langsung berlari ke pelukannya memeluknya dengan erat meluapkan semua rasa rindu akibat kejadian tolol itu. Aku memang benar-benar tolol hari itu, bagaimana mungkin aku memerahi pacarku hanya gara-gara sepatu stilleto, padahal dia mencintaiku lebih dari dirinya sendiri.

Aku benar-benar menyesali kebodohanku itu. Sungguh. Sejak saat itu, aku sadar, kalau ada seorang pria yang telah berhasil membuatku mencintainya lebih dari kecintaanku pada kalian. Karena sebelumnya tidak ada satu orang pria pun yang bisa bikin aku jauh dari kalian, tapi demi dia selama satu minggu, aku rela tidak memakai sepatu keberuntunganku itu.

Ahh stiletto, ntah efek apa yang telah kau berikan pada banyak wanita, sehingga mereka sangat suka memakaimu, namun sayangnya ada seorang pria yang memiliki mantra yang lebih kuat untuk mengilangkan mantra-mantra kalian.

Maaf aku membuang kalian, sepuluh pasang stiletto favoritku aku relakan terbuang demi dia. Namun setelah dia meninggalkanku, aku mulai mencari pelarian rasa cinta itu pada kalian.
Aku memang bukan orang yang setia kan??
Ya karena sepertinya sekarang sudah saatnya aku akan mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.
Karena sekarang aku tidak memerlukan kalian lagi, aku hanya memerlukan kursi roda sekarang.
Kecelakaan, akibat tindakan tololku, telah membuat aku harus ada di kursi roda ini.

Regards,


Wanita pencinta stiletto



No comments:

Post a Comment