Feb 14, 2012

#6: Inginku


Sayang...

Maafkan aku, mungkin hanya ini yang bisa aku berikan sebagai penebus rasa bersalahku. Aku akan membebaskanmu dari ikatan kita. Aku tau kau pasti merasa tidak bebas dengan ikatan pernikahan ini kan?

Aku akan menceraikanmu, tapi setelah kau sudah bisa berjalan pastinya. Aku juga tidak mungkin membiarkanmu berstatus janda dan lumpuh kan?

Maafkan aku sayang, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu, aku tahu kamu pasti sangat sedihkan?
Sejujurnya aku sangat ingin merawatmu, tapi aku yakin, kalau kau melihat aku, kau pasti akan sangat marah kan?

Karena aku sudah membuatmu menggunakan kursi roda itu dan kau harus berpisah dengan sepatu kesayanganmu kan?

Sayang, aku hanya bisa memberikan perawat pribadi untukmu, aku tidak bisa merawatmu secara langsung. Tapi aku janji aku akan melakukan apapun demi kesembuhanmu.

Sayang, kalau bisa aku ingin bertukar tempat dengan mu, aku tidak tega melihat kau yang biasanya selalu lincah dan riang, kini hanya bisa duduk di kursi roda itu.

Aku ingin memelukmu, dan membiarkan mu menangis di bahuku, bukannya menangis sendiri di atas kursi rodamu. Aku ingin menghiburmu, seperti dulu lagi. Aku ingin menjagamu dan menunjukkan padamu betapa aku masih sangat mencintaimu.

Sayang, harusnya aku tidak meninggalkanmu, harusnya aku bisa terima semua kekuranganmu, harusnya aku masih ada di sisimu untuk menemanimu.

Kau memang punya salah padaku, tapi apa yang aku lakukan padamu tidak hanya melukai hatimu tapi juga melukai diriku.

Aku sakit, sangat sakit. Banyak hal yang ku lakukan untuk melupakanmu, tapi akhirnya aku lah yang sakit. Dan kau sendiri, apa yang telah kau lakukan selama ini?

Apakah kau masih sering keluar dengan laki-laki lain?
Aku rasa tidak, selama kita pacaran, aku melihatmu sebagai wanita yang setia, aku bisa lihat cinta di matamu, aku bisa lihat bagaimana caramu memujaku lewat matamu. 

Harusnya aku bertanya, bukannya lari kan? Bertanya mengenai kehidupan cintamu dulu, sehingga kau sudah tidak perawan lagi, bukannya memarahimu.

Ahh penyesalan ini memang tidak ada gunanya kan? Apalah arti penyesalan, jika aku tidak merubahnya? Aku akan merubahnya sayang, bersabarlah. Ketika kau sudah sembuh, aku akan menceraikanmu, agar kau bisa mencari kebahagiaanmu.

Aku sudah banyak mengecewakanmu, aku sudah tidak layak untukmu.

Walaupun sesungguhnya, aku ingin menghabiskan hidupku denganmu. Tapi aku tidak punya cukup keberanian untuk muncul di depanmu. Aku mencintaimu, jangan bersedih lagi.

Salam cium untukmu,

suamimu


8 comments:

  1. Mbrebes mili... (berlinang air mata) T.T :'(
    Sweet, but it's so sad.
    Ini yuyu sendiri yang nulis? aku bingung, ?.?

    "Jika kau sangat mencintai seseorang, relakan ia pergi. Jika suatu hari nanti ia kembali, maka ia akan menjadi milikmu selamanya."
    Bukannya sok tahu atau sok pinter, aku cuma pengen nulis kalimat itu aja. Entah pernah denger dari mana. Udah lupa.

    Best Regards, :)

    _Rah5_

    ReplyDelete
  2. Hei Rah5,

    Iya aku yg nulis..

    bingung napa?
    ini belum kelar kok ceritanya..

    hehee

    iseng aja pengen bikin kayak surat menyurat ceritanya..

    butuh kritik ni.. kalau ada sampaikan aja ya..
    Baik pedas atau manis saya trima kok :D

    ReplyDelete
  3. Awalnya bingung aja, kemaren2 kan ceritanya pake sudut pandang dari ceweknya, nah ini dari cowoknya, hehe. Tapi udah 'dink' kok sekarang.

    Ehmm, kritik? Udah lumayan bagus kok, tapi klo bisa dimunculkan usaha si suami untuk mempertahankan istrinya, jangan keburu dilepasin yu, harus ada perjuangannya dulu, dan klo bisa dibuat happy-end ya? Hehehe.... Tapi terserah kamu sih ending-nya mau dibuat gimana.


    Regards,

    =R=

    ReplyDelete
  4. makasi buat masukannya..

    sampai sekarang rencananya emang mau bikin happy ending, tapi ngak tau ntar kebelakangnya bakalan di hantui setan apa..

    hahaha

    ReplyDelete
  5. Sama-sama..

    Aku bantuin ngusir hantunya deh, dari sini aja tapi, hehehehe...

    ReplyDelete
  6. ayooo lanjutin,,tar klo ini dijadiin buku,,gw dapet yang versi tandatangan author yaaaa,,*sapa gue?* *sok dekat*

    ReplyDelete
  7. Makasi buat pujiannya *tersipu*

    Iya aku bakal selesaiin kisah ini...

    Ngak mau kerja nanggung2, nanti dapet suaminya juga nanggung.. hahaha

    ReplyDelete