Feb 15, 2015

Meet up: Ramses-Dorkas



Jadi kisahnya ini berawal dari tawaran memoto pasangan ini sebelum mereka memikah. Kemudian berlanjut dengan hadiah buku dan terakhir makan-makan di sini... :))

Dan the most happinest part is, that woman is pregnant!  Wuuu hoooo...

Jadi sambil makan, kami pun mulai bercerita. But as you know me and Hilde are the most beautiful single women, yang sangat haus akan nasehat mengenai pasangan dan pernikahan. Jadilah kami pun berdiskusi dengan mereka. Dan dari diskusi sejak jam 5-7 sore berikut adalah point-point penting yang bisa saya sampaikan.

Milikilah kriteria pasangan yang kamu inginkan.

Dorkas: aku berdoa pada Tuhan, aku ingin pasangan yang melayani Tuhan dengan sepenuh hatinya, dan semua daftar itu disampaikan pada Tuhan. Ijinkan Tuhan untuk mengevaluasi kriteria yang kita tuliskan itu.

Ramses: dulupun waktu pertama kali aku berdoa ttg pasangan dan bertemu dengan Dorkas, aku sempat bertanya-tanya benarkan ini orangnya. Karena saat itu, dia sangat gendut, bicaranya juga tajam sekali. Aku memang meminta seseorang yang ceria dan yang bisa berbaur dengan mudah dengan siapa saja. Dan puji Tuhan, perlahan-lahan Dorkas diubahkan Tuhan menjadi pribadi yang lebih baik.
Pointnya: kita perlu memiliki kriteria pasangan yang kita inginkan. Jangan takut bila kamu belum pernah bertemu dengan orang dengan kriteria seperti itu [karena pasangan ini pun begitu dulunya, belum pernah bertemu ketika mendoakan kriterianya]. Nah, yang sering jadi pertanyaan kita, bagaimana kalau tidak ada manusia sesuai dengan kriteria kita? Makanya, setelah kamu selesai dengan daftar kriteria kamu, coba kamu doakan dan tanyakan pada Tuhan, apakah kriteria itu sudah sesuai dengan keinginan Tuhan? Di sinilah kita mengijinkan Tuhan untuk ambil bagian dalam kehidupan kita. Karena Tuhan jauh lebih perduli dengan pasangan hidupmu daripada dirimu sendiri.

Masa lalu yang jelek tidak berarti masa depan kami buruk 

Dalam pertanyaannya ini, sebenarnya kami (Hilde dan aku) mengajukan pertanyaan lebih dari satu. Tapi ijinkan saya menyimpulkannya untuk kalian:
@ Keluarga pasangan tidak sebaik keluarga kita
Tidak semua anak-anak Tuhan berasal dari keluarga yang 'baik'. Hal paling sepele misalnya ayah/ibu pasangan kamu adalah pecandu rokok atau minuman keras. Yang terparah mungkin keluarga pasangan kamu sudah bercerai. Apakah hal itu tidak akan menghantui kamu ketika memutuskan untuk menjalin hubungan dengan dia
Jujur, saya pribadi (saat ini) akan mempertimbangkan masalah ini. Aku  tentunya (saat ini) tidak akan memilih pasangan bila tahu bahwa ayahnya pernah menikah lebh dari sekali. Tapi, masukan dari pasangan ini benar-benar menegurku. Bila kamu memang sudah menyanyanginya (tentu dalam hal ini hubungan kalian di dalam Tuhan), kamu pasti akan menerima hal itu. Karena yang terpenting bukan hal yang terjadi dibelakang. Yang terpenting  adalah siapa orang itu sekarang. Imannya, sikapnya, dan visinya.

@ Virgin or not?
Bang Ramses menceritakan tentang seorang temannya yang tidak setia dengan kekasihnya. Sang wanita tidur dengan pria lain yang bukan kekasihnya. Sang kekasih memang menerima sang wanita kembali, dan malahan mereka sudah menikah (sayangnya karena kecelakaan). Saat ini wanita itu sudah berubah menjadi lebih baik. Mereka sedang bergumul untuk menghidupi keluarga dan anaknya.
Pointnya adalah serusak apapun masa lalu seseorang, selama dia mau berubah dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan, maka orang tersebut berhak untuk mendapatkan bahagia. Orang tersebut berhak meng-claim janji Tuhan
Itulah sebabnya, not virgin adalah masalah masa lalu yang tidak perlu dilihat lagi. Bagaimana pribadinya saat ini, itulah yang terpenting. Imannya, sikapnya, dan visinya. 

Milikilah hubungan yang intim dengan Tuhan.

Inilah bagian yang paling penting, sehingga walaupun saat ini kamu masih sendirian dan semua orang mulai bosan bertanya padamu tentang kesendirianmu, selama kamu memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, maka Dia akan memampukan kamu untuk melewati semuanya. Dan hubungan inilah yang akan membantumu untuk mengetahui siapakah dia? Siapakah pasangan yang terbaik buat Tuhan untukmu.
Don't worry my soul and you too,ladies n gentlemen, it's okay in His time.


- Yuyu -

No comments:

Post a Comment