Mar 9, 2015

Say Sorry

"Say something, I'm giving up on you"
Sejujurnya aku suka banget sama lirik lagu itu... Bahkan aku seneng banget denger lagu ini berkali-kali, tapi yang versi Pentatonix ya.. hohohoh.. Ini sih sebenarnya karena aku lagi falling banget ama si abang bersuara bass itu... #matalope-lope

But.. I wanna say something about say sorry.

Why?

Karena aku keinget sama temem SD aku. Sejujurnya ketika aku SD, aku adalah tipikal anak keras kepala dan sangat galak. Suatu hari aku duduk sebangku dengan seorang anak perempuan yang sangat sering bilang, 'maaf''

"Kamu kesel ama aku ya, maaf ya?"
"Kamu marah ama aku ya, maaf..."

Dia terus bilang kata maaf, tapi tidak melakukan sesuatu biar dia tidak harus mengulang meminta maaf. Misalnya, aku tidak suka bila teman sebangku aku menggoyangkan kakinya, sementara aku harus berusaha menulis di meja yang bergoyang. Dia minta maaf sebentar, kemudian lima menit lagi, dia akan mengulanginya. --"

Itu satu kasus. Ada lagi nih, cerita minta maaf yang lain. Misalnya nih, ada seseorang yang injek kaki kamu dan bilang, "Maaf ya.. aku gak sengaja..." Kedengarannya enak ya.. tapi akan kedengaran lebih gak enak lagi, "Entah mau kau maafkan atau gak, yang penting aku udah minta maaf."

Beughhh.. itu tuhh.. minta maaf yang paling ngeselin!

Terkadang gw merasa, banyak orang mau minta maaf agar beban mereka berkurang, tapi mereka tidak tahu apakah cara mereka benar atau tidak. Mereka cuma fokus dengan kata "MAAF" yang keluar dari mulutnya. Aku tahu memang bilang MAAF bukan hal yang mudah, tapi bukan berarti MAAF itu hanya sekedar kata.

Maksudku adalah:

1. Meminta maaflah dari hati

Sadari atau tidak, tidak semua orang benar-benar minta maaf dari hati mereka. Seperti contoh yang aku sebutin di atas. Nah, kadang dalam hal ini aku pun merasa sering melakukannya. Terutama dalam hal minta soal pekerjaan.

"Maaf ya, mas.. gw gak bisa bantuin... Tolong kamu yang selesaiin ya..." 
Itu bisa jadi keluar dari mulut gw, tapi dalam hati aku akan bilang: 'ya elah.. itu kan emang udah tugas lo.. jangan dikit-dikit gw dong!'

Nah, kadang untuk membuktikan ketulusan maaf gw, gw akan bilang:
"Maaf ya, mas.. gw gak bisa bantuin... Tolong kamu yang selesaiin ya... Nanti urusan dokumentasinya, aku yang selesaiin deh.. "  #kemudiantersenyumlebar

Kalau aku di posisi si Mas ini, pasti aku akan lebih seneng dengar jawaban kedua daripada yang pertama.

2. Tempatkan posisimu pada posisinya

Man! Setiap orang itu punya masalah sendiri. Dan tidak ada yang pernah tahu bagaimana perasaan dia, kecuali kamu pernah "berjalan menggunakan sepatunya".

Mungkin kalian sama-sama anak broken home, tapi tetap saja sepatu yang kalian gunakan berbeda. Tuhan tidak kurang kreatif untuk memberikan kisah hidup yang sama kepada semua anak-anak Nya. 

JANGAN PERNAH NGEBANDINGIN HIDUP LO SAMA ORANG LAIN!!

Jangan anggap remeh atau jangan terlalu sombong! #notetoself

Tempatkan dirimu sebagai orang yang kamu sakiti. Menurutmu, maaf seperti apa yang diperlukannya. Menerutmu, apa yang layak dia dapatkan darimu?


3. Meminta maaf dan jangan mengulanginya

Ini bagian paling sulit! Serius...
Seberapa sering kita minta maaf sama Tuhan, tapi tetap mengulanginya? 
Tapi kita lebih berharga dari semua kesalahan dan dosa kita, sehingga Tuhan masih mau memaafkan kita.

Tapi sebagai manusia, kembali ke point no dua, bila kamu di lukai seseorang apakah kamu mau dilukai di tempat yang sama?

4. Berdamailah

Kedamaian di antara rekan seiman lebih penting ketimbang membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Dengan terus mencamkan prinsip ini, kita akan lebih mudah meminta maaf atas kesalahan yang menurut seseorang telah kita lakukan terhadap dia. (sumber)
Sebelum aku menulis ini, aku membaca beberapa sumber dan aku tertarik dengan kata-kata diatas. Tidak peduli siapa yang salah atau yang benar. Jika kamu merasa ada yang salah, minta maaflah dan memaafkanlah. Seperti Abigail yang meminta maaf kepada Raja Daud atas kesalahan suaminya. Demikianlah seharusnya kita sebagai umat Allah meminta maaf dan memafkan.


Dalam hidup ini, kita menyakiti dan disakiti. Kita dimaafkan dan memaafkan. Seperti Kristus mengasihi kita, kitapun harus mengasihi dengan kasih Kristus.

Note to self:
Tetep belajar untuk mengasihi dengan kasih Kristus, Yuyu... Latih dirimu dan jangan pernah lengah.

Semangat, kitaaaa!!!

No comments:

Post a Comment