May 7, 2014

Tak Tahu Berterima Kasih

Here is the story about me, the girl who never say thank you...

Beberapa waktu yang lalu, tanpa sengaja OB mengirimkan surat dari salah satu bank. Sepintas membaca nama di surat itu adalah namaku. Hanya saja kenapa aku enggak ngeh kalau nama di situ hanyalah Yuliana, tanpa Permata Sari. Dan dengan gampangnya aku merobek surat itu.

Awalnya aku mengira itu adalah surat penawaran dari Bank, tapi waktu dibuka aku baru sadar itu isinya adalah rekening koran si pemilik nama selama satu bulan dan dengan keinginan tahuku, akupun membaca isinya.

Kebetulan aku memang pernah bertemu dengan pemilik nama itu, hanya sekali karena pernah jadi userku, dia seorang ibu dengan perkiraan usia sekitar 30 menurutku. Sewaktu tanpa sengaja aku melihat tulisan Payroll dan melihat jumlahnya, aku langsung merasa di tegur.

Aku sering sekali merasa kurang....


Aku selalu merasa benefit yang aku peroleh lebih kecil dari rekan-rekan kerjaku di sini, terutama yang memang pegawai di tempat clientku ini. Padahal kerjaan kami bisa dikatakan sama-sama saja.

Tapi, terkadang aku melihat rekan kerjaku yang lain, yang satu perusahaan denganku, tapi masih belum menjadi pegawai tetap, aku kadang merasa ditegur kembali.

Ahh... Tuhan itu sepertinya belakangan ini sering menegurku...
Bahkan melalui seseorang yang sangat ku kasihi berpesan padaku, "Kau kurang bersyukur."

Di atas langit memang selalu ada langit, tapi terkadang aku sering terkecoh antara bersyukur atau menyerah. Bukankah kita selalu diminta untuk tidak berjalan ditempat? Kita harus terus melangkah, meraih yang baru, agar hidup ini tidak stuck.

Tapi lagi-lagi bahkan sambil menulis ini pun aku kembali tertegur. Jika dalam hidupku aku ingin terus melangkah maju menjadi lebih baik, baik dalam material atau posisi. Bagaimana dengan kerohanianku?

Bahkan ketika aku mengetik blog ini, aku merasa tidak enak hati karena telah menggunakan waktu kerjaku untuk urusan pribadi..

Tapi setidaknya kali ini aku tahu, bersyukur itu tidak selalu mengenai tidak mengeluh, bersyukur itu tidak selalu tentang iri hati, bersyukur itu juga tidak mengenai kebanggaanmu pada dirimu sendiri.

Aku sadar aku hanya manusia biasa yang sering jatuh bangun dalam dosa, baik yang aku sadari atau tidak. Terkadang aku disela-sela perbincangan dengan teman-teman, aku kadang mengeluh mengenai perkerjaanku, merasa aku paling di kecewakan. Padahal itu pasti rencana Tuhan, dia pasti punya rencana dibalik itu semua.

Ya, aku memang orang yang kurang bisa bersyukur. Tapi aku bersyukur walaupun dengan semua kekuranganku ini, Tuhan masih memperhatikanku. Dia masih memberiku nafas dan menyediakan keperluanku setiap saat.


Sikap tak tahu berterima kasih adalah cobaan yang juga kita alami di masa sekarang ini. Jika usaha kita berhasil, pastikan agar kita tidak lupa bersyukur kepada Allah atas kebaikan, pertolongan, dan perlindungan-Nya --Albert Lee

Bintangnya Tidak Cukup!

Nats : Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (1Tawarikh 16:34)
Bacaan : Mazmur 147
"Saya suka bermain dengan bintang," kata seorang gadis kecil kepada pendetanya yang datang berkunjung. Gadis kecil ini harus terus berada di tempat tidurnya karena menderita kelainan tulang belakang yang parah. Ia meminta agar tempat tidurnya diletakkan sedemikian rupa sehingga ia dapat melihat langit dan memandangi bintang- bintang. "Saya sering terjaga di tengah malam dan tidak bisa tidur lagi," katanya kepada sang pendeta, "dan saat itulah saya bermain dengan bintang-bintang."
Karena perkataan si gadis menimbulkan rasa ingin tahu, sang pendeta bertanya kepadanya, "Bagaimana caranya kamu dapat bermain dengan bintang-bintang? Gadis kecil ini menjawab, "Saya memilih satu bintang dan berkata, 'Itu Ibu'. Saya menunjuk bintang lain dan berkata, 'Itu Ayah'. Untuk setiap bintang, saya menyebutkan satu orang atau satu hal yang saya syukuri dalam hidup ini; saudara- saudara saya, dokter saya, teman-teman saya, anjing saya." Ia terus menyebutkan berbagai macam hal, sampai akhirnya ia berseru, "Tapi jumlah bintang di langit tidak cukup untuk menyebutkan semuanya!"
Pernahkah Anda merasakan hal yang sama saat merenungkan berkat- berkat Allah yang tercurah atas diri Anda? Tentu saja Anda tidak akan pernah dapat menyebutkan semua berkat jasmani, rohani, yang bersifat sementara, dan yang kekal. Namun, alangkah baiknya jika dari waktu ke waktu kita mengingat semua karunia-Nya dengan penuh rasa syukur. Ketika Anda melakukannya, seperti gadis kecil itu, Anda juga akan berseru, "Jumlah bintang di langit tidak cukup untuk menyebutkan semuanya!" --Richard De Haan

No comments:

Post a Comment