Jul 22, 2015

Talking about pasangan hidup (lagi!)

Banyak hal yang ingin aku sampaikan di blog ini, tapi karena beberapa hal, aku pending sejenak. Tapi post yng ini, aku benar-benar ingin sampaikan karena hal ini sangat menggelitikku. Sekali lagi, maaf jika isi postingan ini selalu terkait dengan pasangan hidup. >.<

So, kemarin aku camping sama temen-temen kuliahku. Jujur aja, aku ikutan itu hanya karena ada beberapa teman yang sudah aku anggap abang, kalo ama yang lain sih gak terlalu.. Toh karena kami memang tidak terlalu akrab.

Beberapa dari mereka membawa pasangan, dan jujur aja aku agak susah bergaul sama wanita-wanita yang ikut di situ. Mungkin karena aku sudah lama terlalu sendiri, dan yang mereka bahas adalah masalah relationship. Dan mungkin saja, aku lebih sering bergaul dengan wanita single jadi ketika bergabung dengan mereka, agak sedikit krik-krik. Atau mungkin saja aku iri dengan sikap manja-manja mereka. --"

Aku ini wanita manja, tapi ya.. kita lagi camping loh.. dan itu bukan camping untuk mempererat hubungan pacaran mereka. Tapi mempererat keakraban. Yang artinya, aku-mereka-pacar mereka. Tapi justru aku tidak meresa semakin dekat dengan teman-temanku yang sudah punya pacar. Gak ada... Rasanya semakin jauh, Mungkin ini sudah fenomena kali ya, kalau udah punya pasangan, teman itu bukan apa-apa... :(

Jadilah malam kedua, karena memang sudah benar-benar bosan dan tidak ada kegiatan, aku, nando, dan dua pacar temen aku ngebahas soal ROKOK. Well, saya adalah orang yang tidak suka dengan perokok, pria manapun yang punya kebiasaan merokok, walaupun kamu gantengnya selangit akan hancur seketika bila aku melihat selinting rokok terselip di bibirmu.

Jadi mereka menanyakan kenapa cowok itu sulit untuk dilarang merokok. Bukankah itu demi kebaikan mereka?

Nando dengan lantang menjawab: "Aku paling benci kalo cewek aku ngelarang aku merokok sama main sama temen-temen aku"

A (salah satu wanita di situ): "Tapi kan kami ngelarang itu demi kesehatan kalian, ya minimal dikurangilah"

B (wanita lainnya dengan nada mulai marah): "Kenapa kalian larang-larang kami pake baju ini itu, tapi kami gak bisa melarang kalian ngerokok"

Nando: "Aku sih kadang depan cewekku gak merokok, "
A: "Nah, itu yang bikin aku kesel, kayak dibohongi, Mendinglah di depan aku dia merokok sebungkus!"

Nando: "Itu kan artinya kami menghargai kalian" [sejujurnya aku setuju dengan Nando sih]

Dan pembicaraan ini makin menjelimet, karena buat mereka seharusnya pria itu harus bisa menghargai keiinginan pasangannya yang ingin mereka berhenti merokok. Toh itu demi kebaikan mereka. 

IMHO, pria itu punya egonya sendiri, dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa hanya Tuhan yang sanggup mengubah seseorang. 
Jadi bila memang kamu ingin pasangan kamu berubah menjadi lebih baik, mintanya bukan sama pasangan kamu. Mintalah kepada Dia yang empunya hati pasangan kamu.
Jangan lupa, dalam hubungan ini, terserah mau bilang ini sok rohani atau apa... Tuhan itu selalu menjadi kepala, Dia adalah yang terutama. Aku pernah gagal dalam berhubungan, dan aku mengoreksi hubungan itu kemudian aku tersadar, bukan Tuhan yang kami jadikan kepala. Kami melaluinya dengan ego kami masing-masing.

Dan ketika ngobrol, aku berucap sesuatu,
Penyakit wanita adalah ingin menjadi super hero. Mengubah pria 'buruk' menjadi baik demi dirinya. Sejak awal kalian tahu dia perokok, kenapa kalian mau jadian dengannya, dan setelah jadian kalian berharap dia akan berubah karena kalian? 
Siapakah manusia di muka bumi ini? Siapakah manusia sehingga dia sanggup megubah seseorang menjadi lebih baik? No! Nothing!!

Juga buat para pria, yang ingin pacarnya tidak cerewet, tidak boros, tidak ini atau itu, menjadi lebih baik di bagian ini atau itu... Please, mintanya pada orang yang tepat. Bukan berarti kalian tidak boleh bilang langsung kepada pasangan kalian. Justru itu langkah yang sudah benar dengan jujur dengan pasangan, tapi ada hal lain lagi yang tidak boleh dilupakan. Melibatkan Tuhan dalam segala aspek hidup ini.

Aku sadar, semua rekan yang pergi bersamaku tidak menyukai sikap terlalu rohani. Tapi bukankah ini adalah panggilan semua orang? Memberitahukan yang baik. 

Well, dari hasil perbincangan itupun dalam hatiku aku mulai merubah pandanganku. Pria perokokpun punya kesempatan untuk mendapatkan hati ini. Tapi bila orang itu sudah menjadikan Tuhan nomor 1 di hidupnya. 

Dan sepulang dari semak daun, aku menghabiskan waktuku dengan beberapa wanita kece.. Sayangnya salah satunya punya pacar beda keyakinan. Dulu sih aku anggap dia sudah dewasa dan tahu resiko dari keputusannya. Tapi tetap saja, ketika ada kesempatan untuk menyerangnya aku bilang, "Tidak ada contoh yang baik dari pasangan yang beda keyakinan, sayang. Dan Tuhan sudah jelas-jelas melarang hal ini, kenapa kamu membuang-buang waktu berhargamu, Putri kesanganan Tuhan." 

DOA.
Setahun ini ada dua pria yang aku doakan diam-diam, dan Tuhan menjawab doaku dengan jelas. Tuhan memberikan mereka pacar, sementara aku tetap sendiri. Aku hanya berkeyakinan, Tuhan sedang siapkan yang terbaik untukku. Aku hanya perlu menunggu sambil terus memantaskan diri dihadapan Tuhan.

So, buat kalian yang sudah punya pasangan, jangan senang dulu. Hubungan 9 tahunpun bisa putus, katakanlah kalian saling mencintai, tapi kalian tidak tahu kapan ajal akan menjemput.
Buat para jomblo diluaran sana... be still, dear... Tuhan mendengarkan doa-doa kita

No comments:

Post a Comment