Dec 5, 2011

MEKKEL NAMA AU




Jumpang ari, jumpang bulan (Hari berlalu, bulan berlalu)
Jumpang nang taon muse (Tahun pun berganti)
Ari-ari tapasuda, (hari-hari yang kita lewati)
So adong namoru hape (tak ada yang bertambah rupanya)
Nunga lam suda ari-arikku (Sudah semakin berkurang hari-hariku)
Nunga lam loja mamingkiri (Sudah semakin lelah aku memikirinya)
So adong namuba dope (Tak ada berubah rupanya)
Hape umur nunga lam matua so tarulahan (Tapi umur sudah semakin tua, tak bisa di ubah)
Hape daging pe nunga lam loja so tarambatan (Tubuhpun semakin lelah tak bisa di cegah)
So adong nahudapot dope (Belum ada yang kudapat juga)
Mengkel nama au..unang holsoan au
(Tertawalah... jangan menyesal)
Mengkel nama au ..unang marsak au (Tertawalah... jangan sedih)
Iee..iee..
Nunga lam suda ari-arikku (Sudah semakin berakhir hari-hariku)
Nunga lam loja mamingkiri (Sudah semakin lelah memikiri)
So adong namuba dope ( Tak ada yang berubah juga)
Hape umur nunga lam matua so tarulahan (Tapi umur sudah semakin tua, tak bisa di ubah)
Hape daging pe nunga lam loja so tarambatan (Tubuhpun semakin lelah tak bisa di cegah)
So adong nahudapot dope (Belum ada yang kudapat juga)
Mengkel nama au..unang holsoan au
 (Tertawalah... jangan menyesal)
Mengkel nama au ..unang marsak au (Tertawalah... jangan sedih)
Iee..iee..
Horas..Horas..
Horas…Horas..
Asal ma sai Horas..

Batak menertawakan Kehidupannya,..
Tidak ada yang salah dengan itu,tidak ada yang salah dengan ketulusannya mendeskripsikan tiap alur hidupnya dengan"senyum kepasrahan".Hanya mencoba menguatkan langkah yang mulai goyah karena tergerus kerasnya kehidupan.Tidak ada yang salah dengan jujurnya si"batak" ini menunjukkan kapasitasnya sebagai manusia telah habis.Telah sampai pada titik persimpangan yang membuatnya sadar bahwa sebagai manusia dia telah menjelma menjadi bagian dari peradaban.Tidak penting itu sukses atau tidak,berhasil atau gagal.Tidak lagi berusaha mengencangkan pinggang yang mulai lemah untuk meraih cita-cita.Sebab usia telah menghanyutkan segalanya,menghanyutkan semangat masa muda yang menggebu-gebu.

Sebagai manusia,terkadang kita lupa untuk sejenak melihat keberhasilan kita dalam skala yang lebih kecil.Skala yang tidak membuat kita sakit hati ketika menyadari target awal kita sepertinya tidak akan dapat kita raih.Sesekali espektasi awal kita harus kita turunkan agar tidak menyakiti hati kta yang lumpuh karena merasa apa yang kita lakukan selalu aja kurang dan kurang.


Apabila aku mendengar lagu diatas,hatiku sangat memahami  arti yang terkandung di dalamnya.Tak perlu malu menertawakan setiap kegagalan dan pencapaian yang kita dapati.Sebab hanya kejujuran menilai diri lah yang bisa membuat kita survive.Bertambah kuat dan semakin berani menerima kegagalan dengan tangan terbuka.Bukan memaki keadaan yang memang sudah tersuratkan untuk jalan kehidupan kita.


Jalan hidup tak selalu mementingkan arah,jalani saja dan tunggu sampai ke mana arah membawamu.Sampai ke mana langkah terakhirmu menerbitkan masa depan yang bila tua nanti kamu Fahami jawaban dan artinya.



No comments:

Post a Comment