Dec 5, 2016

Huruf terakhir dalam abjad!

Hari ini aku lagi iseng cek notes di HP ku, eh nemu catatan tolol ini. Jaman2 galau ama cowok (yang sekarang jadi suami) 

Dear huruf terakhir dalam abjad,

Apakah kamu masih ingat kali pertama kita bertemu?
Aku rasa tidak. Ingatanku tentang hari itupun tidak banyak, tapi yang aku tahu kamu pria yang manis dan saat itu aku masih pakai seragam putih biru. Sejak dulupun kamu adalah pria yang ramah dan baik hati.

Beberapa tahun kemudian, ketika aku sudah di kota besar ini, kamu menghubungiku suatu waktu. Perbincangan sederhana dan hanya sekali itu saja.

Kuranglebih tiga tahun setelah itu kamu menghubungiku lagi, kali ini dengan media sosial terkenal yang bernama WA. Kamu mengajakku keluar dan kita pergi berempat. Jujur, aku masih tidak tertarik denganmu. Tapi hari itu aku berdoa, jika kamu orangnya biarlah Tuhan yang mengubahkan hatiku.

Satu tahun lebih berlalu, terkadang kita berkomunikasi via sosial media. Bahkan kita yang walaupun saudara jauh, terkadang aku suka merasa sakit hati atau kesel sama kamu. Bolak-balik aku menyakinkan diri bahwa kamu bukan orangnya. Berkali-kali pula aku perhatikan foto-foto kamu dan menyakinkan hatiku bahwa kamu tidak menarik. 

Hingga hari wisudaku datang. Entah mengapa jauh di dalam hatiku, aku berharap kamu datang dan membawakanmu setangkai bunga. Tapi jangankan bunga, ucapan selamatpun tidak aku dapatkan. 

Seminggu setelah itu aku mengundangmu ke acara natal gerejaku. Aku terkejut ketika kamu mau datang. Kita makan malam dan bercerita malam itu. Seminggu setelah hari itu aku terus menghubungimu setiap hari. Kamu bercerita sedikit tentang kehidupanmu. Kita saling menggoda dengan level cupu. Sedikit aku merasa kamu punya perasaan spesial buat aku. Tapi aku mulai merasa.... Jangan-jangan hanya aku yang ke ge-eran. 

Ini hari keempat, aku berhenti menghubungi kamu. Tapi sampai detik ini aku belum mendapat berita darimu. Kamu tidak sekalipun menyapaku melalui media sosial itu, padahal aku sedang menanti. Menanti itu tidak enak loh....
Dan aku sudah berdoa, jika sampai hari ini kamu masih belum menghubungiku, maka kita kembali ke 0 ya...

Sedih sih, tapi lebih cepat lebih baik.
Well, aku yakin hampir semua orang pernah mengalami masa-masa seperti itu, galau, gak jelas, dll. But, don't worry be happy. Karena akan ada masa dimana kamu akan menertawakannya, seperti yang aku lakukan sekarang. Masa ketika kamu lihat ke belakang dan melihat berapa jejak kaki dibelakangmu. It's all my His Grace.☺

Tidak ada doa yang tidak dijawab, hanya dibutuhkan bertekun dan bersabar. Berdoa-berdoa, koreksi dan koreksi diri lagi. We will never be a perfect person, bahkan menjadi orang baik pun sulit. Untungnya bukan kesempurnaan yang dicari Tuhan, tapi hati yang selalu mencari Dia.

Jangan menyerah, jangan pernah berhenti berdoa. Doakan dan mintalah.




No comments:

Post a Comment