Nov 5, 2014

Lingkaran Setan vs Lingkaran Kebaikan

Kalian pasti tau kan istilah "Lingkaran Setan"?

Aku menjadi sangat familiar dengan istilah ini ketika aku di SMA, tinggal tiga tahun di SMA yang punya sistem "Lingkaran Setan"

Aku bukan tipe orang yang menentang sistem kekerasan di dunia pendidikan, khususnya asrama. Senioritas, hukuman, dll, bagiku itu semua ada maksud baiknya. Karena prinsipku adalah dunia bisa memperlakukanmu buruk, tapi sudah menjadi keputusanmu untuk meresponi perlakuan tersebut dengan positif atau tidak.

Bagi saya, keputusannya adalah positif. Sempat itu membuat watak saya menjadi negatif. Kurang menghargai lingkungan saya, memiliki sifat angkuh. Tapi, syukur kepada Allah, dia tidak pernah meninggalkan aku seperti itu.


Menurut wiki, lingkaran setan adalah keadaan atau masalah yang seolah-olah tidak berujung pangkal, sulit dicari penyelesaiannya dan terus memperburuk keadaan.
Prilaku buruk senior ke adik kelasnya adalah sikap yang diturunkan dari senior sebelum dia, jika ditelusuri tentunya akan berpangkan pada sistem pertama kali, tapi apa gunanya menelusuri masa lalu? Bukankah lebih baik menghentikan lingkaran setan itu? Tapi seberapa banyak orang yang mau berbesar hati dan tidak mau melanjutkan 'kekerasan' yang dulu diterimanya kepada adik kelasnya?

Aku salut dengan beberapa teman aku yang cukup berbesar hati tidak melakukan hal tersebut. Well, aku adalah orang yang melakukan hal yang sama untuk adik kelasku. Hahahaha..

Tapi kali ini aku mau bercerita tentang lingkaran kebaikan.
Kebaikan itu ibarat sebuah lingkaran. Jika kita memulai sebuah lingkaran dari suatu titik maka ujung dari lingkaran itu adalah titik awalnya. Demikian pula dengan kebaikan jika kita memulai sebuah kebaikan, maka ujung dari kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendiri.

Aku teringat dengan video lingkaran kebaikan yang pernah aku tonton di sekolah minggu, sama seperti kutipan diatas, kebaikan itu kembali kepada seseorang yang telah memulainya. Tapi itu bila dilihat sebagai satu lingkaran. Bagaimana kalau kita melihat sebagai buanyaaakkk lingkaran?

Contoh sederhana, sahabatku bernama Putri, aku teringat akan nasehatnya (kebaikannya) pada suatu malam, Sejak saat itu kata-kata itu bertumbuh di hatiku, tapi tidak cukup sampai disitu. Akupun meneruskan kata-kata itu pada sahabatku yang lain, Hilde. Hildepun meneruskan pada rekannya yang lain.

Lalu kapan kebaikan itu kembali lagi pada Putri? Ketika Putri punya problem yang berbeda, sementara aku punya nasehat (kebaikan) lain untuknya ataupun ketika Hilde memberikan kesaksiannya pada Putri. 

Kami bertiga adalah lingkaran kecil suatu kebaikan. Yang tanpa aku sadari, ternyata lingkaran kecil ini mulai melebar. Aku punya lingkaranku sendiri, rekan-rekan kerjaku, rekan-rekan sepelayananku. 

Aku tidak berbicara menganai kebaikan dari sisi memberi sesuatu atau tidak berbuat jahat. Kebaikan seperti itu untuk level anak sekolah minggu. Di usia seperti sekarang, kebaikan itu bersifat lebih dari sekedar meminjamkan barang, membantu seseorang membawa barangnya, dsb. Aku mau menulis tentang doa, dukungan, nasehat, perhatian, dll.
Apapun yang terjadi di masa lalu kita tidak terjadi secara kebetulan tetapi supaya kita dapat memulihkan orang lain yang mengalami seperti kita.
And it really happened. Ketika seseorang sahabat (selain yang dilingkaran kecilku yang berisi Putri n Hilde), bercerita tentang kisah hidupnya, yang sepertinya baru saja selesai aku jalanin, aku bisa membagikannya pengalamanku, dan mendukungnya melalui perkataan dan doa. Ini adalah bagian memperluas lingkaran kebaikan tadi.

Satu hal yang aku perhatikan, bahwa di dunia ini selain sidik jari yang bersifat unik, jalan hidup manusia juga unik kok. Hal itu yang membuatku makin kagum sama Tuhan Yesus. Itu surga punya hard disk seberapa besar ya? Sampai-sampai bisa menampung kisah jalan hidup manusia yang bermiliar-miliaran jumlahnya ini?

Setiap sahabat yang bercerita tentang masalah hidupnya, aku seperti berkaca sambil belajar. Maksudnya aku seperti melihat diriku yang lain di dalam dirinya dan aku belajar dari caranya mengambil keputusan. Aku mengambil yang positif dari dia. Hal yang positif yang aku ambil itu tidak mengurangi bagian dia. Dia juga makin bertambah kok. :)

Mungkin ini yang dinamakan kehebatan komunitas. Komunitas yang baik akan menjadikanmu makin baik. Aku bersyukur karena Tuhan selalu mendekatkanku dengan komunitas yang baik. 

Aku teringat seorang teman yang dengar keras mengatakan padaku, "Lu ikutan sekolah minggu, tapi lo menjauhkan diri lo dari persekutuan (di kantor)". Kalau kalian ketemu sama orang yang nasehatin aku barusan, kalian pasti akan memandangnya sebelah mata. Tapi sejak saat itu, aku tidak menghindarkan diriku dari persekutuan. Bukankah ini sekali lagi adalah lingkaran kebaikan yang lain?

Coba bayangkan ada banyak lingkaran kebaikan dalam satu kertas, semakin banyak lingkaran tersebut semakin rapat lingkarannya dan tidak menutup kemungkinan lingkaran yang satu menimpa lingkaran yang lain. Kebaikan dari satu lingkaran akan mempengaruhi lingkaran yang lain. Komunitas yang satu akan memberi pengaruh pada komunitas lain. 

Bersyukurlah jika saat ini kamu sudah memiliki komunitas mu. Memiliki lingkar kebaikan kecilmu. Atau bilapun belum, mari dimulai. 
Aku kembali diingatkan oleh Putri bahwa kita adalah saksi Kristus.. :)






No comments:

Post a Comment