Jul 23, 2015

Hei brooooo, B!

Well, this post made me cry.. True.. I wrote this while I'm crying... No... No.... I'm not sad, i am extreamly happy now...

Because i realize, i don't need many friends, i just need best friends and family. As you know, for me family are just my parents.. But wait, my two bestiest already be my familiy too.... And this man too...

The man that made me cry tonight... Entahlah ya... Kemarin itu hari yang agak sulit  dan berat buatku dan dalam hati aku inginnn banget orang ini kasih aku hiburan.. Walaupun keinginan itu baru kesampean malam ini... Almost 24 hours... But I'm happy...

Just a simple message... Tapi karena datang dari orang yg tepat, aku bahagia...

Dia ini dulunya.... Dulu banget... Adalah temen kuliah aku... Well, aku kenal dia pun kayaknya sejak di dayeh kolot sih, jadi pas masih di dago belom pernah liat deh...

Wait... Let me clear my memory first.. As long as I remmember, memoryku tentang dia yg paling jelas adalah ketika malam kebersamaan kami (malam pengakuan dosa) hahahahhaa... Entahlah tapi buatku sejak hari itu, semua orang di ruangan itu menjadi spesial buatku... Terutama dia... Knapa? Karena dia memang tipe orang yang humble dan selain itu kedewasaannya dan pribadinya yang unik.

Keterbukaannya. Itu yang paling penting.. Aku adalah orang yang suka berbicara tentang kehidupan, sharing yang membangun, ataupun pandangan-pandangan orang tentang suatu masalah... Pria ini bisa dibilang tidak pernah serius, tapi kadang ada masa-masa dimana ngobrol dengan dia bikin aku lega...

Dia ini adalah orang kaya. Bukan dari materi, walaupun secara materi dia juga kaya, tapi lebih dari itu.. Dia kaya pegalaman, hal-hal yang tidak aku ketahui, dia pasti punya suatu ide atau bahan yang bisa dibagikan.

Aku bahkan membagi rahasia gelapku dengan dia, walaupun saat itu karna aku sedang sangat-sangat kacauuuu... Tapi itulah alasannya aku menyebutnya brother... Abang.. Saudara laki-lakiku... 

So when he send me this picture, I felt so happy... Dia bukan tipe orang yg rajin posting ini itu... Makanya aku senang... Mungkin terlihat bodoh kali ya... Tapi aku sama dia bukan orang yang bisa ketemu bahkan sekali sebulan... Jadi bila ada kesempatan ketemu sama dia, aku pasti akan usahain datang...

Terserahlah apa kata orang, terserah orang mau bilang apa... Beginilah aku, si melankolis yang gampang menangis.. Hahahhaa.. Baru dengan kata-kata 'with sistaa, yuyu' aja udah bikin aku nangis gini,,, :)

Makasii ya broooo.... My cancer brother... 

Ada masa dimana banyak wanita yang mengagumi sosoknya, menyukainya diam-diam, menyatakan perasaan padanya... Harus aku akui, dia memang punya karisma itu.. Dia gangeng, ya iyalahh, makanya banyak yg ngnepans; humorisnya dan karisma yang tersimpan dalam sikap badungnya... 

I pray, really I pray for him.. Who ever the woman will be his wife, that women can make him happy not just in this world... I'm sure he will be a great father and husband. Walaupun dengan kebiasaan merokok dan omongannya yang 'asal' itu, aku yakin jauh di dalam hatinya ada sisi 'lebih baik' yang masih tidur...

I'll always pray for you broo... Dan jaga kesehatan kamu ya... Your face look old, my friend,,, you look like 30s now... :(

Keep happy and be a success man, broo.. :) *bighug


Jul 22, 2015

Sombong?

Sombong itu memang penyakit...

Dan ini memang penyakitku sejak kecil. Aku tidak akan membela diriku. Tapi ini memang aku...

Baru kali ini aku, menulis di blog yang kemudian secara frontal di komentari... Well, noted.

Aku tidak akan mencoba membela diriku. Aku punya pembela.. Aku akan mengambil hal yang positif. Setidaknya dari tulisan itu aku jadi tahu bagaimana orang menilaiku.

Kata mereka aku seperti mandor, teriak-teriak dan nyuruh-nyuruh.. Which is mean, sekali lagi Tuhan tegur aku mengenai kelembutan seorang wanita.

Belajar menerima orang lain. Ini bagian paling sulit, karena ini udah menjadi kepribadianku. Aku memilih-milih siapa yang ada di lingkaranku. Butuh waktu yang lama, dan aku bukan tipe orang yang mau repot-repot menjalin hubungan..

Tapi yang paling menyakitkan karena atribut pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan di bawa-bawa. Ah sudah lah, mungkin ini pun cara Tuhan mengajar.

I hurt them, may God forgive me and may God bless them.

Tapi selalu ada vice-versa, right? So keep learning, and practice juju.. This is part of being 26 years old.

Talking about pasangan hidup (lagi!)

Banyak hal yang ingin aku sampaikan di blog ini, tapi karena beberapa hal, aku pending sejenak. Tapi post yng ini, aku benar-benar ingin sampaikan karena hal ini sangat menggelitikku. Sekali lagi, maaf jika isi postingan ini selalu terkait dengan pasangan hidup. >.<

So, kemarin aku camping sama temen-temen kuliahku. Jujur aja, aku ikutan itu hanya karena ada beberapa teman yang sudah aku anggap abang, kalo ama yang lain sih gak terlalu.. Toh karena kami memang tidak terlalu akrab.

Beberapa dari mereka membawa pasangan, dan jujur aja aku agak susah bergaul sama wanita-wanita yang ikut di situ. Mungkin karena aku sudah lama terlalu sendiri, dan yang mereka bahas adalah masalah relationship. Dan mungkin saja, aku lebih sering bergaul dengan wanita single jadi ketika bergabung dengan mereka, agak sedikit krik-krik. Atau mungkin saja aku iri dengan sikap manja-manja mereka. --"

Aku ini wanita manja, tapi ya.. kita lagi camping loh.. dan itu bukan camping untuk mempererat hubungan pacaran mereka. Tapi mempererat keakraban. Yang artinya, aku-mereka-pacar mereka. Tapi justru aku tidak meresa semakin dekat dengan teman-temanku yang sudah punya pacar. Gak ada... Rasanya semakin jauh, Mungkin ini sudah fenomena kali ya, kalau udah punya pasangan, teman itu bukan apa-apa... :(

Jadilah malam kedua, karena memang sudah benar-benar bosan dan tidak ada kegiatan, aku, nando, dan dua pacar temen aku ngebahas soal ROKOK. Well, saya adalah orang yang tidak suka dengan perokok, pria manapun yang punya kebiasaan merokok, walaupun kamu gantengnya selangit akan hancur seketika bila aku melihat selinting rokok terselip di bibirmu.

Jadi mereka menanyakan kenapa cowok itu sulit untuk dilarang merokok. Bukankah itu demi kebaikan mereka?

Nando dengan lantang menjawab: "Aku paling benci kalo cewek aku ngelarang aku merokok sama main sama temen-temen aku"

A (salah satu wanita di situ): "Tapi kan kami ngelarang itu demi kesehatan kalian, ya minimal dikurangilah"

B (wanita lainnya dengan nada mulai marah): "Kenapa kalian larang-larang kami pake baju ini itu, tapi kami gak bisa melarang kalian ngerokok"

Nando: "Aku sih kadang depan cewekku gak merokok, "
A: "Nah, itu yang bikin aku kesel, kayak dibohongi, Mendinglah di depan aku dia merokok sebungkus!"

Nando: "Itu kan artinya kami menghargai kalian" [sejujurnya aku setuju dengan Nando sih]

Dan pembicaraan ini makin menjelimet, karena buat mereka seharusnya pria itu harus bisa menghargai keiinginan pasangannya yang ingin mereka berhenti merokok. Toh itu demi kebaikan mereka. 

IMHO, pria itu punya egonya sendiri, dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa hanya Tuhan yang sanggup mengubah seseorang. 
Jadi bila memang kamu ingin pasangan kamu berubah menjadi lebih baik, mintanya bukan sama pasangan kamu. Mintalah kepada Dia yang empunya hati pasangan kamu.
Jangan lupa, dalam hubungan ini, terserah mau bilang ini sok rohani atau apa... Tuhan itu selalu menjadi kepala, Dia adalah yang terutama. Aku pernah gagal dalam berhubungan, dan aku mengoreksi hubungan itu kemudian aku tersadar, bukan Tuhan yang kami jadikan kepala. Kami melaluinya dengan ego kami masing-masing.

Dan ketika ngobrol, aku berucap sesuatu,
Penyakit wanita adalah ingin menjadi super hero. Mengubah pria 'buruk' menjadi baik demi dirinya. Sejak awal kalian tahu dia perokok, kenapa kalian mau jadian dengannya, dan setelah jadian kalian berharap dia akan berubah karena kalian? 
Siapakah manusia di muka bumi ini? Siapakah manusia sehingga dia sanggup megubah seseorang menjadi lebih baik? No! Nothing!!

Juga buat para pria, yang ingin pacarnya tidak cerewet, tidak boros, tidak ini atau itu, menjadi lebih baik di bagian ini atau itu... Please, mintanya pada orang yang tepat. Bukan berarti kalian tidak boleh bilang langsung kepada pasangan kalian. Justru itu langkah yang sudah benar dengan jujur dengan pasangan, tapi ada hal lain lagi yang tidak boleh dilupakan. Melibatkan Tuhan dalam segala aspek hidup ini.

Aku sadar, semua rekan yang pergi bersamaku tidak menyukai sikap terlalu rohani. Tapi bukankah ini adalah panggilan semua orang? Memberitahukan yang baik. 

Well, dari hasil perbincangan itupun dalam hatiku aku mulai merubah pandanganku. Pria perokokpun punya kesempatan untuk mendapatkan hati ini. Tapi bila orang itu sudah menjadikan Tuhan nomor 1 di hidupnya. 

Dan sepulang dari semak daun, aku menghabiskan waktuku dengan beberapa wanita kece.. Sayangnya salah satunya punya pacar beda keyakinan. Dulu sih aku anggap dia sudah dewasa dan tahu resiko dari keputusannya. Tapi tetap saja, ketika ada kesempatan untuk menyerangnya aku bilang, "Tidak ada contoh yang baik dari pasangan yang beda keyakinan, sayang. Dan Tuhan sudah jelas-jelas melarang hal ini, kenapa kamu membuang-buang waktu berhargamu, Putri kesanganan Tuhan." 

DOA.
Setahun ini ada dua pria yang aku doakan diam-diam, dan Tuhan menjawab doaku dengan jelas. Tuhan memberikan mereka pacar, sementara aku tetap sendiri. Aku hanya berkeyakinan, Tuhan sedang siapkan yang terbaik untukku. Aku hanya perlu menunggu sambil terus memantaskan diri dihadapan Tuhan.

So, buat kalian yang sudah punya pasangan, jangan senang dulu. Hubungan 9 tahunpun bisa putus, katakanlah kalian saling mencintai, tapi kalian tidak tahu kapan ajal akan menjemput.
Buat para jomblo diluaran sana... be still, dear... Tuhan mendengarkan doa-doa kita