Feb 22, 2012

#8: Saat surat berubah jadi suara



"Hallo.."

"..." Suara itu.


"Hallo Tony.." 

"Ya.."

"Hei.. Apa kabar kamu?"

"Baik." buruk, aku butuh kamu!

"Long time no see. How was your life?" apakah kamu bahagia?

"Fine, wonderful!" hidupku berantakan tanpa kamu.

Feb 19, 2012

Abis beli buku lagi lalu..

New book from Rumah Buku
Huuuwoooowww...

Dua minggu lalu sih belum begitu tertarik dengan discount 30% di Rumah Buku Bandung, namun weekend kemaren, sepertinya lagi ada setan buku di otakku sehingga aku membeli lima buku yang ada di gambar atas, semuanya discount 30% kecuali yang I LOVE YOU BODOH, discountnya cuma 25%

Maklum, walapun saya pecinta buku, namun saya tetap wanita pencinta discount.. :))
Asli nya sih karena pelit :P

Nah.. setelah pulang ke kosan, aku harus menghadapi kenyataan..
Masih ada daftar buku-buku yang harus aku baca!

Di antaranya 2 buku chicken soup yang masih nganggur.. Aku rasa kalau Putri Jayanti tinggalnya dekat dengan Jakarta keknya dia bakalan niat baca buku ini duluan :)

Kalau ngebaca judulnya sih, sebenarnya aku agak malas mulai bacanya, tapi kalau liat di toko buku, niat buat belinya gede aja. Tapi ini harus di baca, pelan-pelan pun tak apalah yang penting maknanya dapet!

Yang kanan belom mulai, yang kiri udah di beli lagi :))
 Daftar lainnya datang dari penulis terkenal Dee,
Yup, ini adalah Supernova, yang Petir dan Akar belum aku baca, padahal aku belinya sekitar tahun 2008, waktu aku masih stay di Bandung kota. Tapi kayaknya ini bakalan masuk daftar terakhir yang bakalan aku baca, soalnya rada berat.

Dari tahun 2008 belum selesai -_-
Setelah serial Malory selesai aku baca kecuali The Present, ini adalah serial lain dari Johanna Lindsey. Sepertinya anak-anak kosanku sangat beruntung, mereka dah baca duluan, padahal yang punya belum baca sama sekali -___-
Yang Man Of My Dream sebenarnya dah nyampe halaman ketiga, namun karena faktor laiinya aku meninggalkanya.

Novel serial Johanna Lindsey yang belom kesentuh
Nah ini adalah novel-novel terjemahan yang belum aku sentuh, kenapa? Karena endingnya dah ketebak! Soalnya teman kosanku dah baca duluan, jadi aku tinggal tanya endingnya aja ke mereka :))

Novel terjemahan lainnya
Untuk koleksi di bawah ini, aku harus mengakuinya aku mengumpulkannya dari dua penjual buku bekas di kaskus, dan cuma yang Hijau aku beli di toko buku. Tapi intinya aku sudah memiliki satu set buku serial pelanginya Agnes Jessica. Karena aku menyukai penulisnya dan kabarnya novel ini bercerita tentang sesuatu yang bersifat rohani, makanya aku pun tertarik untuk memilikinya.
Serial pelangi
 Daftar terakhir yang harus dibaca adalah novel-novel yang ada di gambar di bawah. Pertama-tama harus nyelesaiin 5CM soalnya mau di balikin ke yang punya. Nah ini satu lagi yang bikin aku rada lama baca novel koleksiku, soalnya novel pinjaman dari teman itu lebih menggoda dari pada punya sendiri. Betul tidak??
Novel Indonesia lainnya
Setelah di jumlahkan ada dua puluh lima buku yang harus saya baca, sepertinya itu dah cukup untuk memenuhi target Goodreads saya. Namun buku-buku di atas belum termasuk beberapa koleksi ebook dan buku hasil curian dari perpustakaan asrama SMA ku dulu *uppss keceplosan*, sama buku pemberikan adik asuhku. Omaakk berarti itu buku udah ada empat tahun di aku dan belom di baca... *tepok jidat*

So.. for readers, how many book do you have on your own library? And how many of them have you read and yet? So you still want to buy a new one?

Kalau aku, sementara ini mencoba untuk menahan diri untuk tidak membeli buku. Tapi kalau masih pengen Go a head!! 

(Inner: kemaren ada buku biography karangan AE, ikutan PO twivortiare, mau koleksi novelnya ika natassa.. Mati aja sudah!)

Love,

yuuCaaaa


Feb 15, 2012

#7: Sorry..



Dear my hubby..

Akhirnya kau sudah mengambil keputusan ya?

Terimakasih, akhirnya kau melepaskanku, doakan aku di sini ya, agar aku bisa menemukan bahagia lain. Walaupun bagiku, kau satu-satu orang yang bisa membuatku merasakan bahagia dan sakit secara bersamaan. Kau tahu aku mengartikan cinta sebagai apa? 


Cinta tak selamanya tawa dan juga tangis, dia adalah warna yang memberikan arti untuk hidup ini.

Sayang, kini aku sudah bisa berjalan di atas kedua kakiku lagi, sudah bisa menggunakan stiletto dan sepatu lain dengan tinggi heels yang beragam. Terimakasih buat Mr.X yang sudah mau membantuku.

Sayang apakah kau mengenal Mr.X?
Dia adalah orang yang sudah membuatku lumpuh kemarin, tapi dia bertanggung jawab kok. Dia membiayai seluruh pengobatan dan kehidupan aku selama aku sakit. Bahkan yang paling mengejutkanku adalah dia membelanjai aku. Bukan hanya keperluan rumah tangga, tapi juga fashion. 

Dia membelikan aku, semua hal yang aku suka. Tidak sayang, aku tidak pernah memintanya, he just sent it to me.

Yang paling mengejutkan aku adalah dia juga mengirimkan pakaian dalam untukku. Kau tahu kan aku agak sensitif dengan hal ini, aku sering iritasi jika menggunakan bahan yang tidak cocok dengan ku. Namun yang dia kirim adalah pakaian dalam yang biasa aku pakai.

Apakah dia itu titisanmu? Dia tahu makanan kesukaanku, dia tahu sepatu dan warna favoriteku, dia bahkan tahu ukuranku. Dia tahu hal-hal yang kau ketahui sayang. Apakau kau Mr.X itu?

Kalau memang benar itu kamu, aku mohon jangan bersembunyi lagi. Aku merindukanmu, setidaknya aku ingin melihatmu lagi.

Ahh iya, aku rasa kau sudah memiliki kekasih lain ya? Atau calon istri, makanya kau hanya mengirimkan surat cerai melalui pengacaramu?

Aku mohon, bicaralah padaku, ijinkan aku tahu apakah kau masih marah dan kecewa padaku?
Aku terima semua hukuman ini, termasuk perceraian ini, tapi aku ingin ini berakhir dengan baik. Aku tidak ingin kedepannya kalau kita bertemu, kita seperti orang yang tidak pernah saling mengenal.

Suamiku, aku tahu aku memang bersalah padamu juga pada langit dan aku tahu aku pasti akan mendapatkan hukumanku. Tapi kalau kau memang bahagia dengan keputusan ini, aku terima.

Love you,


tin-tin


Feb 14, 2012

#6: Inginku


Sayang...

Maafkan aku, mungkin hanya ini yang bisa aku berikan sebagai penebus rasa bersalahku. Aku akan membebaskanmu dari ikatan kita. Aku tau kau pasti merasa tidak bebas dengan ikatan pernikahan ini kan?

Aku akan menceraikanmu, tapi setelah kau sudah bisa berjalan pastinya. Aku juga tidak mungkin membiarkanmu berstatus janda dan lumpuh kan?

Maafkan aku sayang, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu, aku tahu kamu pasti sangat sedihkan?
Sejujurnya aku sangat ingin merawatmu, tapi aku yakin, kalau kau melihat aku, kau pasti akan sangat marah kan?

Karena aku sudah membuatmu menggunakan kursi roda itu dan kau harus berpisah dengan sepatu kesayanganmu kan?

Sayang, aku hanya bisa memberikan perawat pribadi untukmu, aku tidak bisa merawatmu secara langsung. Tapi aku janji aku akan melakukan apapun demi kesembuhanmu.

Sayang, kalau bisa aku ingin bertukar tempat dengan mu, aku tidak tega melihat kau yang biasanya selalu lincah dan riang, kini hanya bisa duduk di kursi roda itu.

Aku ingin memelukmu, dan membiarkan mu menangis di bahuku, bukannya menangis sendiri di atas kursi rodamu. Aku ingin menghiburmu, seperti dulu lagi. Aku ingin menjagamu dan menunjukkan padamu betapa aku masih sangat mencintaimu.

Sayang, harusnya aku tidak meninggalkanmu, harusnya aku bisa terima semua kekuranganmu, harusnya aku masih ada di sisimu untuk menemanimu.

Kau memang punya salah padaku, tapi apa yang aku lakukan padamu tidak hanya melukai hatimu tapi juga melukai diriku.

Aku sakit, sangat sakit. Banyak hal yang ku lakukan untuk melupakanmu, tapi akhirnya aku lah yang sakit. Dan kau sendiri, apa yang telah kau lakukan selama ini?

Apakah kau masih sering keluar dengan laki-laki lain?
Aku rasa tidak, selama kita pacaran, aku melihatmu sebagai wanita yang setia, aku bisa lihat cinta di matamu, aku bisa lihat bagaimana caramu memujaku lewat matamu. 

Harusnya aku bertanya, bukannya lari kan? Bertanya mengenai kehidupan cintamu dulu, sehingga kau sudah tidak perawan lagi, bukannya memarahimu.

Ahh penyesalan ini memang tidak ada gunanya kan? Apalah arti penyesalan, jika aku tidak merubahnya? Aku akan merubahnya sayang, bersabarlah. Ketika kau sudah sembuh, aku akan menceraikanmu, agar kau bisa mencari kebahagiaanmu.

Aku sudah banyak mengecewakanmu, aku sudah tidak layak untukmu.

Walaupun sesungguhnya, aku ingin menghabiskan hidupku denganmu. Tapi aku tidak punya cukup keberanian untuk muncul di depanmu. Aku mencintaimu, jangan bersedih lagi.

Salam cium untukmu,

suamimu


Feb 6, 2012

Fool In love

Artist:  Rihanna
Album:  Talk That Talk (Deluxe Edition)
Title:  Fool In love


Mama, I found a man
Who loves me and understands
Papa, he's quite a man
He adores me, he's my biggest fan
And don't get me wrong,
I know he's not perfect in your eyes
But somehow he's flawless in mine

And you may tell me to run, run now
But I can't do that
We're too far down the hole
He's got a hold on my soul

So I guess I'm a fool
I'm a fool in love
But I'm willing to stay here
And bask in the glory of his heart
I guess I'm a fool in love
But I'm willing to look so stupid
Till I've had enough

Mama, don't judge me now
I'm not trying to hurt you
I know this won't make you proud
Papa, did I let you down?
Are you ashamed of how your little girl turned out?

You'll see a monster
I see a smile
You say it's danger
And I'm in denial
But somehow I feel so safe right now

So I guess I'm a fool
I'm a fool in love
But I'm willing to stay here
And bask in the glory of his heart
I guess I'm a fool in love
But I'm willing to look so stupid
Till I've had enough

Dear Mama and Papa, who never read my blog, this song for you and I hope you understand how i love him.

Feb 3, 2012

#5: Selamat Tinggal Stiletto ku

Dear my lovely stiletto..

How are you??
Ini udah lebih dari seminggu sejak aku ngak pernah memakai kalian lagi.

Aku rindu..
Rindu untuk berdiri di atas sepatu kesukaanku, si hijau yang pernah membuat ku kesal sama suamiku.

Stiletto hijauku..
Apa kau masi ingat?
Aku marah-marah sama dia karena dia udah injek kamu, dia udah mengotori kamu. Padahal sesungguhnya saat itu dia sedang nolongin aku biar ngak kena serempet motor.

Aku masi ingat tatapan matanya itu. Sepertinya dia benar-benar kesal saat itu, dia tidak percaya bahwa aku bisa marahin dia hanya karena sepatu. Tapi begitu dia membalikkan badannya untuk meninggalkan aku, baru aku sadar aku salah.

Hijau, kamu tahu apa yang aku rasa waktu dia pergi?
Sakit.
Seolah aku bisa ngerasa sakit yang dia rasa. Aku memang sering merasa sakit hati, tapi rasanya yang kali ini berbeda, sakit karena penyesalan.

Dan benar dugaanku, dia mengacukhan aku, sms, chating, email, dan telpon dari ku tidak ada yang di gubrisnya. Semua itu berlangsung selama satu minggu dan kau tau apa yang terjadi setelah itu?

Dia datang kepadaku dengan senyumnya yang sangat aku rindukan, dengan tangan terbukanya yang merindukanku. Dan aku langsung berlari ke pelukannya memeluknya dengan erat meluapkan semua rasa rindu akibat kejadian tolol itu. Aku memang benar-benar tolol hari itu, bagaimana mungkin aku memerahi pacarku hanya gara-gara sepatu stilleto, padahal dia mencintaiku lebih dari dirinya sendiri.

Aku benar-benar menyesali kebodohanku itu. Sungguh. Sejak saat itu, aku sadar, kalau ada seorang pria yang telah berhasil membuatku mencintainya lebih dari kecintaanku pada kalian. Karena sebelumnya tidak ada satu orang pria pun yang bisa bikin aku jauh dari kalian, tapi demi dia selama satu minggu, aku rela tidak memakai sepatu keberuntunganku itu.

Ahh stiletto, ntah efek apa yang telah kau berikan pada banyak wanita, sehingga mereka sangat suka memakaimu, namun sayangnya ada seorang pria yang memiliki mantra yang lebih kuat untuk mengilangkan mantra-mantra kalian.

Maaf aku membuang kalian, sepuluh pasang stiletto favoritku aku relakan terbuang demi dia. Namun setelah dia meninggalkanku, aku mulai mencari pelarian rasa cinta itu pada kalian.
Aku memang bukan orang yang setia kan??
Ya karena sepertinya sekarang sudah saatnya aku akan mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.
Karena sekarang aku tidak memerlukan kalian lagi, aku hanya memerlukan kursi roda sekarang.
Kecelakaan, akibat tindakan tololku, telah membuat aku harus ada di kursi roda ini.

Regards,


Wanita pencinta stiletto



Feb 2, 2012

#4: Hei roll rambut dan stiletto hijau..


Pagi ini adalah pagi pertama ku di kota yang baru, di negriku sendiri. Aku sudah sering berpindah-pindah akibat tuntutan pekerjaan dan kali ini kota inilah menjadi tempat sementaraku. Kota yang tidak ada kamunya.

Aku yakin kamu tidak akan pernah mau datang ke kota ini, kota ini tidak banyak mall nya, tempat clubbing nya juga ngak sebanyak di tempat kamu kan? Tidak ada mall yang menjual barang-barang merek luar yang semakin menindas produk dalam negri. Lebih baik kamu tetap di kota itu, wanita.

Kota ini besar, tidak seperti kota yang punya nama besar tapi seakan tiada lahan lagi untuk tempat pembaringan terakhir. Kota yang melahirkan banyak pengacara ternama yang sering berkoar-koar di pengadilan di kota tempatmu menginjakkan kaki.


Kota dengan semboyan 'Ini Medan, Bung!' memiliki daya pikat untukku saat aku disuruh memilih antara Padang atau Medan maka aku memilih kota ini. Ntah apa yang membuatku memilih kota ini, tapi aku hanya merasa seperti anak ABG yang punya firasat kalau aku pasti akan bahagia di kota itu.

Bahagia.. Seperti bahagia yang pernah kita rasakan dulu. Sudah lima tahun berlalu, tapi belum sekalipun aku menemukan bahagia itu lagi, walaupun banyak wanita yang menemani hari-hariku, tapi bahagia bersamamulah yang terus menghantuiku.

Aku melakukan hal-hal yang dulu kita lakukan dulu dengan wanita-wanita itu, aku berharap aku akan sebahagia saat bersamamu, namun ternyata tidak. Seakan semua mantra rayuan ku hanya berlaku untukmu bukan untuk wanita lain dan hal itu mengajarkanku cara-cara terbaik untuk merayu wanita-wanita tolol itu.

Hari ini aku menemui receptionist di kantor itu untuk menunjukkan ruang kerjaku, dan dia mengingatkanku pada mu, pada roll rambutmu. Dia sepertinya terkejut melihatku, atau dia tergoda olehku? haha.. Aku semakin narcis kan? Dengan sedikit tergugup dia melepas roll rambutnya dan merapikannya kemudian mengantarkanku ke ruanganku.

Siang harinya, saat aku melewati meja receptionist itu, tanpa sengaja aku menginjak roll rambut, aku rasa itu punya receptionist tadi. Aku memungutnya, tapi saat aku membungkung mengambilnya aku melihat wanita dengan stiletto hijau di depan meja receptionist, lagi-lagi hal itu mengingatkanku padamu. Baru saja aku berdiri dengan roll rambut di tanganku, wanita tadi sudah pergi berlari keluar dari ruangan, aku hanya melihat punggungnya. Dan seketika itu juga punggungku menegang, itu seperti punggungmu, tapi rambutnya di gulung, tidak seperti rambutmu yang selalu digerai, itu tidak mungkin kamu kan?

Tidak mungkin kamu ada di kota ini! Receptionist itu melihatku memengang roll rambut dan dia bilang itu punya wanita yang pergi tadi, dia manager HRD di kantor itu. Aku pun kembali terkejut, tapi aku masih yakin itu bukan kamu! 

Jelas itu bukan kamu, karena nama wanita itu adalah adalah Nana, walaupun nama belakangmu ada Na, tapi kau kan tidak suka namamu di singkat kau lebih suka dipanggil TINA bukan yang lain kan?

Hari ini roll rambut dan stiletto hijau telah mengingatkanku pada mu tin-tin. Karena itu malam ini aku akan bersenang-senang dengan receptionist yang dengan senang hati menemaniku makan malam. Mungkin kami tidak hanya akan makan malam.

O ya tin-tin, kamu ingat makan malam pertama kita? Setelah aku menangkap basah kamu yang sedang menikmati indahnya lantai 30 itu. Malam itu aku bahagia sekali, karena akhirnya kamu mau jadi pacar aku. Setelah aku berhasil merangkai kata untuk menembakmu, setengah jam kau di situ sambil menikmati rokokmu tanpa tahu aku ada di belakangmu dan selama itu juga aku harus meredakan gemuruh di dadaku untuk mengatakan bahwa aku ingin kamu dan bahwa aku sudah jatuh cinta padamu.

Aku suka dengan kebiasaanmu itu, roll rambut dan sepatu stiletto favoritemu adalah dua hal kecil yang membuatku suka padamu, tapi ada hal lain yang aku tidak tahu apa itu, itulah yang membuatku jatuh cinta padamu. Kamu ngak marah kan aku bilang sebagai cewekku?
Mungkin sebatang rokok itu sudah membuatmu sedikit tenang, kau begitu tenang saat menjawab iya. Tapi yang buat aku bahagia bukan karena jawaban itu, tapi karena sekarang pipimu sudah merona.


Regards,

ton-ton


Feb 1, 2012

#3: Untuk pria berkawat gigi pink

Sayang, kamu masi ingat hari minggu itu? Sewaktu kamu minta temani aku ke dokter gigi buat ganti kawat? Hari itu warna yang ada hanya tinggal hijau dan pink, lalu aku minta kamu pakai kawat yang warna pink.
Ogah ahh ntar gw dikira pinkky boy lagi. Emang lo mau cowok lo dikatain  pinkky boy?
Kata-katamu hari itu membuatku tertawa, apa lagi wajahmu yang langsung merona. Tapi walaupun begitu kamu tetap mau pakai kawat warna pink itu. Walaupun sepanjang perjalanan kau terus menggerutu sepanjang jalan, tapi aku tidak peduli, yang aku pikirkan adalah reaksi anak-anak production saat melihat bos mereka yang galak pakai kawat gigi warna pink.

Dan benar kan dugaanku? Kau sendiri juga melihat ekspresi anak buahmu begitu kau menyapa mereka kan?. Dan dengan entengnya kau cuma ngejawab, Cewek gue yang maksa gue pake warna pink!, dan dengan ringannya tanganmu menarik tubuhku ke samping tubuhmu. Dan sontak satu ruangan berteriak riuh, seriuh gemuruh yang tiba-tiba ada di hatiku.

Sungguh aku ngak nyangka kau bakalan ngelakuin itu, awalnya aku kira kata-katamu di tempat dokter kemarin hanya becanda. Bagaimana mungkin kamu mengaku sebagai cowokku? Padahal kita baru kenal satu minggu, aku rasa hari itu kepalamu cuma lagi overload sehingga salah bicara, tapi tindakan mu di depan anak buahmu sungguh di luar akan sehatku.

Aku mencoba memikirkan kembali kata-katamu itu di tempat favorite ku, di tempat aku menghabiskan sebatang rokok sambil menikmati langit sore hari. Gedung itu berlantai 30 dan saat berada di tempat tertinggi gedung itu aku merasa seakan menjadi satu-satunya penguasa di tempat itu. Menikmati setiap tiupan asap rokok yang keluar dari bibirku.

Aku mencoba mencari di setiap kebersamaan yang kita habiskan kebanyakan di kantor, aku tidak pernah mendapatimu sedang mencuri pandang, ataupun tanda-tanda bahwa kau tertarik padaku, baru tadi aku merasakannya. Sepertinya kau memang kehilangan akalmu, suamiku! 



Hari itu seperti biasa aku menikmati langit mendung kota panas itu, setelah rokokku habis, aku pun memutuskan untuk kembali ke ruanganku dan pulang juga melupakan kata-katamu hari ini. Aku berjalan ke pintu keluar sambil terus menatap lantai sampai aku melihat ujung sepatu pantofel hitam. Aku ngak nyangka ternyata kamu yang berdiri di depan pintu keluar itu, dan kamu tersenyum di depan wajahku yang pasti penuh dengan tanda tanya.


Aku selalu memperhatikanmu kok, kau selalu datang telat, kadang jam sembilan kadang jam sepuluh, kadang jam sebelas, tapi yang pasti ponimu selalu kamu roll, dengan sendal, hanya wajahmu yang sudah pakai make up, tapi pakaianmu masih belum rapi. Tapi hanya lima belas menit dalam ruangan kamu keluar bak model. Mulutmu sering komat-kamit sendiri kalau udah di depan komputer, kepalamu akan kah gerakkan ke kanan dan ke kiri setiap kau mulai lelah, diam-diam ngupil kalau kau lagi sendiri di ruangan, kamu selalu mendengarkan lagu yang sama berulang-ulang kali, dan kau selalu ke tempat indah ini setiap hari sebelum kamu pulang.
Aku rasa setelah dengar kata-katamu itu, rona merah di pipimu udah menyebar ke pipiku juga. Dan sejak hari itu aku yakinkan diriku bahwa kau memang pantas di jadikan cowokku.

O ya sayang..
Pagi ini ada orang baru di kantorku, aku rasa kepala divisi production yang baru, aku belum bertemu dengan orang itu tapi yang pasti dia mengingatkan ku sama kamu. Kata salah satu pegwaiku yang sudah bertemu dengannya, katanya pria itu makai kawat gigi warna pink.

FYI dear, aku udah ngak kerja di kantor yang berlantai 30 itu lagi, aku dah pindah ke kota lain dimana kita tidak pernah mengukir kenangan disitu. Hal ini aku lakukan karena ingin memulai hari-hari tanpa mengingat kenangan kita. Aku sudah dua tahun di sini. Aku harap kamu bahagia dia sana suamiku.


With love,

Istri yang tak pantas untukmu